Breaking News
Loading...
Tuesday, 28 January 2014

Info Post
Saya sedikit berbagi pengalaman mengenai menulis. Semasa sekolah, pelajaran yang paling saya tidak senangi adalah bahasa, karena setiap liburan selalu disuruh untuk membuat karangan yang isinya pengalaman liburan. Saya sangat membenci yang namanya karangan, saya membenci yang namanya menulis. Karena menurut saya itu adalah pelajaran yang membosankan dan tersulit yang saya hadapi dibandingkan mempelajari matematika yang sulit.

Mungkin karena saya tidak mampu merangkai kata-kata, karena saat itu berpikir bahwa menulis memiliki banyak aturan dan harus mampu merangkai kosa kata yang indah, hingga saya tidak mampu mengungkapkan ide menjadi sebuah tulisan. Jika di sekolah ada tugas membuat karangan, nilai saya adalah yang paling jelek dikelas dibandingkan teman-teman lainnya. Jadi saat itu menulis adalah sesuatu hal yang paling dibenci dan selalu dihindari.

Namun sekarang bagi saya menulis menjadi sebuah hobi. Hobi yang tidak bisa ditinggalkan, setiap hari paling tidak harus menulis sebuah tulisan. Bagaimana pun suasana hati, namun tulisan tetap mengalir. Bukan berarti tulisan saya adalah tulisan yang bagus, namun dengan menulis semua yang ada diunek-unek dan semua ide saya dapat tercurahkan dengan baik. Dan berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk yang membacanya.

Menulis ini bermula dari adik perempuan saya yang mengajak saya pada awalnya untuk membaca, mulai dari novel hingga buku motivasi dan pengembangan diri baik agama maupun umum. Dari situlah muncul ide dan opini mengenai apa yang saya baca. Menjadi kebiasaan setelah membaca sebuah buku selalu mendiskusikannya hingga kadang kami berdebat mengutarakan pendapat yang ada. Memang menulis bermula dari apa yang kita ketahui, dan pengetahuan kita bermula dari apa yang kita baca. 

Namun hal ini tidak berlangsung lama, saat saya tidak bisa lagi beradu argumentasi dengannya. Semua ide dan unek-unek tidak tercurahkan, kadang hanya terbayang dan terpendam. Saya sadar membutuhkan sesuatu hal yang dapat mengutarakan semua ide dan unek-unek yang ada dibenak saya saat itu juga. Hingga suatu saat saya coba untuk  menggoreskan semua ide-ide tersebut dengan tinta pada selembar kertas putih. Saya coba untuk mengukir semua ide dan curahan hati, namun tidak semudah saat beragumentasi dan berbicara langsung. Dengan tulisan dan bahasa yang amburadul, saya paksakan diri untuk tetap menulis dan memperbaiki tulisan-tulisan saya dengan mempublikasikannya ke teman-teman melalui sosial media. Awalnya saya tidak percaya diri untuk mempublikasikannya. Namun demi perubahan untuk menghasilkan tulisan yang baik, saya tidak peduli apa komentar teman-teman.

Hingga saya menerima komentar bahwa tulisan saya bagus dan saya mampu untuk menulis, saya pun termotivasi untuk menulis berbagai tulisan lainnya. Tanpa putus asa dan dengan banyak membaca serta memaksakan diri untuk menulis, semua ide akan muncul dan dengan mudahnya dapat dituangkan kedalam sebuah tulisan. Dan hingga saat ini, bagi saya menulis adalah sesuatu yang penting dan menjadi kebiasaan yang amat disukai. Mungkin jika Anda membaca tulisan saya pertama kali, akan terlihat kaku dan tidak menariknya bahasa yang saya gunakan.

Memang kebiasaan menulis adalah harus dipaksa, walaupun tidak ada ide, paksakan diri untuk menulis dan tetaplah untuk selalu mencoba untuk menulis. Awalnya sulit, namun  lama-kelamaan akan menjadi lebih mudah karena terbiasa. Menulis berarti menuangkan informasi, ilmu atau ide yang akan disebarkan dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu kebiasaan menulis harus dilatih dan diperbaiki, hingga menghasilkan sebuah tulisan yang baik. Walaupun kita memiliki kemauan yang keras untuk menulis, namun jika tidak pernah melakukannya maka sama saja dengan bermimpi untuk memiliki sesuatu tanpa adanya usaha yang keras untuk menggapainya.

Bagi saya, pertama tuangkan ide ke dalam sebuah tulisan, tidak peduli bagus atau tidak, selanjutnya baca tulisan itu kembali dan minta pendapat kepada orang lain bisa dengan mempublis melalui social media. Dan jika ada hal yang kurang, dan ada komentar untuk perbaiki, selanjutnya kita perbaiki hingga menjadi tulisan yang indah dan berguna.
Banyak manfaat menulis, dengan menulis memaksa diri kita untuk menambah wawasan kita dengan membaca dan mencari berbagai informasi. Seperti ungkapan berikut  “Penulis yang baik, karena ia adalah pembaca yang baik”. Dengan menulis kita dapat mengungkapkan ide dan pendapat kita mengenai sesuatu hal. Dengan tulisan kita dapat berbagi ilmu pengetahuan atau pun informasi yang berguna bagi orang lain. Dan dengan tulisan dapat menambah kosakata, informasi dan ilmu serta sahabat.

Saya kutip dari sebuah makalah, yang menjelaskan bahwa menurut Al Qur’an surat Al’Alaq ayat 1 – 5, bahwa Islam sangat mendukung ilmu pengetahuan. Dalam ayat ini dijelaskan betapa pentingnya bagi kita untuk belajar membaca dan menulis selanjutnya mengetahui jagat raya dan dibalik semuanya, kemudian manusia beriman kepada Allah SWT. Di dalam surat ini jelas bahwa adanya keutamaan perintah membaca (iqra) dan menulis (allama bi al-qalam) sebagai keutamaan manusia dari makhluk lainnya. Dalam surat Al’Alaq ayat 4 terdapat kata Qalam yang artinya pena. Pena sebagai alat untuk menulis. Maksudnya Allah mengajarkan manusia melalui perantaraan kalam (pena) yaitu mengajarkan manusia dengan perantaraan tulis baca.

Tulisan lebih baik daripada daya ingat, karena otak kita memiliki kapasitas yang terbatas. Untuk itu, dengan tulisan kita dapat menyimpan apa yang ada dipikiran kita untuk dibagi dengan orang lain. Beberapa pendapat berikut ini :

Imam Syafi’I : “Ilmu itu bagaikan hasil panen/buruan di dalam karung, menulis adalah ikatannya”.

Ali Bin Abi Thalib : “Ikatlah ilmu dengan menulis”.

Nelson Mandela : “Pendidikan adalah senjata paling dasyat yang dapat kita gunakan untuk mengubah dunia”.

Napoleon Bonaparte : “Saya lebih takut kepada pena seorang penulis ketimbang 1000 senjata tentara musuh”.

Ayoo...menulislah…tuangkan ide agar dapat berbagi dengan orang lain. Mulailah menulis dengan hal-hal yang Anda ketahui, tulis mengenai pengalaman dan perasaan Anda sendiri. Menulis dapat mengubah dunia. Dengan menulis dapat menciptakan sebuah buku bahkan ribuan buku. Buku adalah guru bisu yang mengajarkan kita dan selalu setia untuk berbagi ilmu.


Ayooo...Menulis...^_^






0 Please Leave Comments here: