Breaking News
Loading...
Tuesday, 6 May 2014

Info Post

Multitasking, mungkin secara tidak sadar kita sering melakukan multitasking dalam berbagai hal. Saat saya bekerja di kantor pun sangat sering melakukan multitasking karena deadline akan pekerjaan yang harus dipenuhi. Dahulu saya anggap multitasking itu adalah sesuatu yang hebat dan jarang orang yang bisa melakukannya. Karena kita beranggapan dengan multitasking kita mampu menyelesaikan banyak pekerjaan dengan waktu yang singkat dan hal ini berlaku bagi orang yang mahir akan multitasking. Namun tahukah anda bahwa multitasking memberikan efek negatif bagi diri kita sendiri jika kita tidak mampu melakukannya.
Apakah multitasking itu?
Multitasking adalah melakukan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu bersamaan. Misalnya kita mengetik naskah sambil mendengarkan musik dan juga sambil menelpon teman dalam waktu yang bersamaan. Berarti Kita melakukan tiga pekerjaan sekaligus.
Saat saya terjun ke dunia kerja beberapa tahun lalu di suatu perusahaan, saya sangat sering melakukan multitasking karena desakan pekerjaan yang banyak dan dibutuhkan waktu yang secepat mungkin untuk menyelesaikannya. Saat membuat laporan mengenai insentive karyawan, telepon pun berbunyi.  Mengangkat telpon adalah kewajiban dalam melayani orang lain, orang menelpon karena ada sesuatu hal mendesak yang dibutuhkan dari kita, saya angkat telpon dan menghentikan sejenak mengetik laporan, namun tanpa berhenti memperhatikan laporan tersebut. Tak lama kemudian datang karyawan dari departemen lain menanyakan klaim kesehatannya, hal ini juga kewajiban saya untuk melayani karyawan tersebut dengan baik, sambil menerima telpon , saya sampaikan maaf kepada karyawan dengan memberikan kode untuk mohon tunggu sebentar. Setelah selesai menerima telepon, kewajiban berikutnya adalah melayani karyawan dengan memberikan laporan yang benar mengenai klaim kesehatannya sambil membuka report klaim kesehatan. Dan hal ini tentu mengganggu data laporan karyawan yang sebelumnya dikerjakan. Tiba-tiba datang karyawan lainnya yang minta tanda tangan dalam waktu yang bersamaan. Dalam hal ini terlihat bergitu banyaknya pekerjaan yang dikerjakan dalam waktu yang bersamaan, yaitu :
  • Membuat laporan.
  • Menerima telepon.
  • Memberi kode untuk "Mohon Tunggu Sebentar" kepada karyawan.
  • Membuka laporan klaim kesehatan dan memberikan informasi yang benar.
  • Menandatangani form yang dibutuhkan karyawan.
Kalau kita tidak sanggup untuk melakukan hal tersebut, mungkin pekerjaan yang kita kerjakan akan gagal semua. Tentu hal ini dibutuhkan keahlian, kecepatan, ketepatan dan kebiasaan dalam melakukan multitasking.  Bagi perusahaan sangat beruntung memiliki karyawan yang mampu multitasking, karena tidak perlu merekruit banyak karyawan dan pekerjaan pun bisa dengan cepat terselesaikannya tanpa ada cekcok dengan karyawan lainnya. Multitasking bagi karyawan juga dapat sebagai sarana pengembangan diri dan untuk meningkatkan kualitas kerja.
Namun tahukah Anda hal ini juga berdampak negatif orang yang tidak mampu multitasking, ataupun bagi yang sudah lelah dan jenuh.
Multitasking dapat juga memberikan efek gagalnya semua pekerjaan yang kita kerjakan dalam waktu bersamaan, karena kita tidak menuliskan prioritas secara jelas dalam melakukan pekerjaan. Kita menganggap semua pekerjaan itu adalah penting, sehingga kita melakukannya dalam bersamaan, dan juga mungkin akan membingungkan dan mengacaukan ide-ide yang muncul berakibat pekerjaan yang akan kita akan kerjakan nihil.
Dalam keseharian banyak ide dan pikiran kita yang keluar masuk otak, jadi wajar kita menjadi plin-plan dan sering berubah pikiran. Saat kita melakukan satu pekerjaan pun mampu menimbulkan berbagai macam ide yang bahkan tidak berkaitan dengan pekerjaan yang kita lakukan, apalagi banyak pekerjaan yang kita lakukan. Efek negatif lainnya adalah dapat menimbulkan stress karena tidak mampu dengan keinginan menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin dalam waktu bersamaan dan sesingkat mungkin, hal ini tentu menjadi tekanan bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan tersebut sehingga mudah timbulnya stress dalam pekerjaan.
Ada beberapa pembagian dari multitasking, yaitu :
  • Multitasking dimana bagian otak yang menggunakan pekerjaan pertama sama dengan bagian otak untuk melakukan pekerjaan kedua. Seperti membaca buku sambil mendengarkan musik berlirik yang dapat mengganggu fokus kerja kita.
  • Multitasking dimana bagian otak yang menggunakan pekerjaan pertama berbeda dengan bagian otak untuk melakukan pekerjaan kedua. Seperti membaca buku sambil mendengarkan musik instrumental.
  • Multitasking dimana salah satunya tidak mengganggu pekerjaan yang lainnya. Seperti membaca buku sambil makan permen.
Jadi jika kita sanggup multitasking, silahkan lanjutkan karena multitasking juga suatu hal positif dalam pengembangan diri dan  peningkatan kinerja. Namun, jika kita tidak sanggup multitasking sebaiknya kita tinggalkan, kita gunakan prinsip prioritas dan urgenitas, identifikasi pekerjaan mana yang paling tinggi prioritasnya dan paling tinggi urgenitasnya, maka pekerjaan itulah yang menjadi utama untuk dikerjakan. 

^_^
MEYF

0 Please Leave Comments here: