Breaking News
Loading...
Friday, 9 May 2014

Info Post

Bekerja adalah sebuah kewajiban bagi kita sebagai makhluk Tuhan. Bekerja adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap diri sendiri, Tuhan dan keluarga. Bekerja bukan hanya mengharapkan gaji yang diterima namun adalah sebuah tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan jujur dan benar. Di Indonesia ataupun negara lain dunia kerja terdiri dari kerja di bidang pemerintahan, swasta atau pun wirausaha. Sedikit saya bercerita mengenai dunia kerja dan mindset kerja di Indonesia. Sebelumnya mohon maaf jika terdapat kekesalahan dan tidak pantas dalam penempatan kata-kata yang akan saya gunakan.



Saat kecil kita sering ditanya mengenai cita-cita apa yang akan kita raih saat dewasa. Sebagian dari kita akan menjawab “Saya mau jadi dokter, saya mau jadi polisi, saya mau jadi guru.” Namun adakah yang akan menjawab “Saya mau jadi pengusaha minuman, saya ingin jadi pemilik perusahaan makanan, saya mau memiliki sekolah.” Pasti jawabannya adalah “TIDAK”. Hal ini adalah sebuah jawaban yang sudah tertanam atau ditanamkan pada kita semasa kecil atau sebuah jawaban yang didasarkan pada apa yang kita ketahui dan kita lihat di saat kecil. Ya..memang begitulah mindset kita sebagian besar penduduk Indonesia yang sudah ditanam semenjak kecil baik dari orang tua atau pun lingkungan tempat tinggal kita. Sama halnya dalam hal pekerjaan.


Pekerjaan adalah suatu bentuk gengsi bahwa kita berguna dan memiliki keahlian dalam melakukan sesuatu. Pekerjaan adalah image bahwa kita orang cerdas. Adapun yang beranggapan bahwa pekerjaan adalah suatu jalan untuk memperoleh kekayaan, posisi dan kekuasaan. Pekerjaan adalah suatu media untuk menjadi terkenal namun jangan salah memilih sehingga menjadi terkenal dalam kejahatan. Sayangnya sedikit diantara kita yang menganggap pekerjaan adalah bentuk tanggung jawab kita kepada Tuhan, diri sendiri, dan orang lain, sehingga mereka sering menyalahgunakan arti dari pekerjaan. Satu lagi bagi masyarakat kita, pekerjaan adalah sebagai standar kecukupan hidup seseorang, berapa gajinya, berapa harta kekayaannya dan bagaimana jaminan hari tuanya. Fakta inilah yang menjadi mindset dan pokok sebagai standar hidup yang harus dimiliki. 

Dilain hal begitu banyaknya pengangguran yang berasal dari kalangan sarjana dan disebabkan oleh sedikitnya lapangan pekerjaan, sehingga begitu banyak orang yang frustasi dan depresi karena tidak memiliki pekerjaan. Pekerjaan adalah sebuah tuntutan yang beranggapan orang yang berilmu akan mudah mendapatkan pekerjaan. Namun ilmu bukanlah sebuah tolak ukur orang mencapai kesuksesan dalam bekerja, yang terpenting adalah mental, keyakinan/iman dan semangat. Banyak orang yang tidak sekolah tinggi mencapai kesuksesan yang lebih tinggi dibandingkan orang yang berpendidikan tinggi. Memang benar bahwa sebuah artikel dari Yodhia Antariksa yang menyatakan bahwa “Kenapa lulusan SPM bisa lebih kaya dan lebih makmur dibanding lulusan S1 dan S2?” jawabann ya adalah 


  1. The power of kepepet. Kepepet mereka sukses karena mereka dipaksa melakukan sesuatu agar tidak terbuang dan jatuh. Kepepet oleh keadaan hidup susah dan nekat membuat usaha sendiri yang berpotensi sukses besar.
  2. The Darkness of gengsi. Mereka tidak punya gengsi seperti lulusan sarjana, mereka mampu dan tidak merasa malu untuk mulai usaha mulai dari nol dan pelan-pelan menjai orang sukses. Lain halnya lulusan sarjana yang gengsi jika tidak bekerja dikantoran.
  3. The magic of street smart. Ilmu yang mereka peroleh adalah langsung dari lapangan dan melihat kejadian sehingga mencari solusi secara langsung dari lapangan, lain halnya lulusan sarjana yang pada umumnya adalah menguasai teori tapi lemah di prakteknya.

Ada beberapa lingkungan pekerjaan yang dapat dipilih diantaranya bekerja di pemerintahan sebagai pegawai negeri sipil, bekerja di perusahaan swasta baik lokal maupun asing, dan memilih sebagai wirausaha. Semua pekerjaan tersebut adalah halal jika kita gunakan dengan jujur, berilmu dan penuh tanggung jawab.

Pada umumnya mindset kita lebih banyak memilih untuk menjadi pegawai pemerintahan (PNS) dibandingkan pegawai swasta atau pun wirausaha. Bagi mereka sejak kecil sudah ditanamkan dari orang tua atau pun orang terdekat untuk memilih pekerjaan sebagai PNS, maka berbondong-bondonglah mereka mendaftarkan diri untuk menjadi PNS. Ribuan rakyat Indonesia bersaing untuk memperebutkannya hingga beberapa kali. Lain halnya dengan negara maju yang mindset peduduknya adalah kebanyakan menjadi wirausaha, sebagai pencipta lapangan kerja bukan sebagai pencari kerja. Sehingga banyak sumber daya manusia unggul yang ada di negara tersebut yang dapat memajukan perekonomian negaranya.

Kita lebih banyak memiliki mental sebagai pekerja bukan sebagai pembuat lapangan kerja. Menurut penelitian bahwa negara maju memiliki minimal 2% adalah pengusaha sedangkan negara berkembang kurang dari 2% pengusaha termasuk Indonesia yang hanya sekitar 1% adalah pengusaha. Disi pekerjaan bagi sebagian masyarakat kita terutama daerah hanya mengenal PNS adalah pekerjaan yang memberikan segalanya, mereka bangga jika sudah menjadi PNS, mereka mendapatkan derajat yang tinggi dibandingkan dengan lainnya. Ya..begitulah mindset masyarakat Indonesia.

Sebenarnya apa sih yang membedakan antara PNS dengan swasta sehingga masyarakat lebih cenderung memilih PNS. Salah satunya adalah
  1. PNS punya kepastian dan standar gaji yang cukup memuaskan. Lain halnya swasta yang tidak ada kepastian standar gaji, namun sangat tingi dan dapat dinegosiasikan.
  2. PNS kaya akan tunjangan dan fasilitas
  3. PNS berpeluang untuk mendapatkan tambahan penghasilan seperti gaji 13 dan gaji pensiun.
  4. PNS memiliki jaminan hari tua yang menjanjikan.
  5. Adanya kepastian peluang kenaikan pangkat dalam jangka 2-4 tahun meskipun tanpa prestasi dan reputasi mencolok.
  6. PNS sangat aman dari ancaman krisis moneter.
  7. Rentang waktu kerja PNS lebih sedikit yaitu hanya 5 hari kerja.

Masih banyak alasan lainnya yang sangat menguntungkan bagi mereka. Namun demikian apakah baik dan positif memiliki mental sebagai PNS dan daya pikir sebagai PNS. Jangan salah beranggapan bahwa swasta tidak bahagia, swasta tidak sejahtera, walaupun swasta tidak memiliki tunjangan hari tua, namun untuk keuangan dan fasilitas jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negeri. Seorang karyawan swasta pun mampu memperoleh gaji puluhan juta atau bahkan lebih per bulan. Perusahaan swasta di negara kita mengacu pada UU Ketenagakerjaan no.13 tahun 2003 terutama mengenai hak karyawan. Tunjangan hari raya yang disesuaikan dengan masa kerja pun memberikan nilai yang sangat besar, paling tinggi adalah dua kali gaji pokok yang diterima per bulan. Jadi tidak kalah jauh dengan PNS. Bayangkan jika gaji Anda adalah 20 juta per bulan.

Ada alasan kuat lannya yang menyebabkan PNS adalah suatu pekerjaan yang favorit bagi masyarakat kita selain jaminan hari tua, yaitu tekanan dalam pekerjaan dan pencapaian kinerja. "kebanyakan mental kita itu maunya yang enak aja tapi menguntungkan". Bagi saya karyawan swasta jauh lebih hebat karena mereka murni berjuang untuk memperoleh jabatan yang tinggi dan gaji yang tinggi, tidak ditentukan oleh waktu, jika mereka mampu memberikan hasil yang sangat bagus dalam waktu sangat singkat, maka sangat memungkinkan bagi mereka untuk naik jabatan. Namun jika mereka jauh dari kriteria yang diharapkan mungkin saja mereka bisa diberhentikan, untuk itulah perjuangan dan keseriusan dalam bekerja sangat dibutuhkan. Seorang pimpinan PNS belum tentu lebih hebat dibandingkan dengan pimpinan di swasta. Karena sudah menjadi kewajiban pimpinan di perusahaan swasta yang dipilih adalah orang yang sangat berjiwa besar dan inovatif sehingga mampu memajukan perusahaan. Karena itulah bagi saya swasta adalah pilihan untuk bekerja.


Saat bekerja kita bisa mengadopsi ilmu perusahaan dalam mengelola dan menjalankan usahanya, yang nanti pun bisa kita gunakan jika kita memiliki usaha sendiri. Bekerja di swasta pada umumnya mengadopsi ilmu manajemen dari luar negeri, yang benar-benar memajukan perusahaan dengan penuh dedikasi dan inovatif. Berdasarkan pengalaman saya yang bekerja di perusahaan swasta, banyak pengalaman positif yang saya peroleh selain ilmu-ilmu manajemen, administrasi, sosial, begitu juga dengan psikologi yaitu mental kita dalam menghadapi pekerjaan, sehingga mengajarkan kita untuk disiplin dan bersikap tegas dalam mengambil keputusan. Kita dituntut untuk memberikan hasil yang maksimal dalam bekerja, dan persaingan kerja yang sehat, jika anda tidak sanggup maka anda kalah sekalipun anda adalah anak pimpinan dari perusahaan. Jadi keadilan sangat dijunjung tinggi.

Dalam merekrut karyawan pun sangat haram jika mendahulukan anggota keluarga, namun harus mengutamakan kecerdasan, kematangan psikologi, dan kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja. Bagi mereka sangat haram melakukan KKN, jika terjadi maka tindakan pemberhentian secara tidak hormat akan langsung dilakukan sesuai prosedur perusahaan. Begitu juga dengan wirausaha yang hampir sama dengan swasta. Bedanya adalah wirausaha lebih kritis untuk merancang strategi dan menjalankan usahanya untuk mencapai target yang diharapkan.

Sekali lagi tulisan ini adalah sebagian pandangan dan pendapat dari saya dan mungkin berbeda dengan Anda. Komentar dan masukan dari Anda adalah penghargaan bagi saya.

by MEYF
^_^


1 Please Leave Comments here: