IKATAN SUCI

Friday, July 18, 2014 Add Comment
IKATAN SUCI
Berbagi hal yang sudah pernah dilewati.

Saat sebuah ikatan pernikahan terbentuk, maka hubungan halal antara suami istri adalah sebuah janji yang bukan hanya untuk kedua pasangan namun janji kepada Tuhan adalah yang paling utama. Janji untuk saling menyayangi, menghormati, mempercayai, jujur dan saling memberi satu sama lainnya. Janji ikatan suci yang harus dipertanggungjawabkan untuk hidup di dunia dan di akhirat. Ikatan suci yang baik adalah karena adanya rasa cinta satu sama lainnya, namun yang paling baik adalah karena cinta kepada Tuhannya. Membentuk ikatan suci karena cinta kepada Tuhannya adalah lebih mulia karena kecintaan kepada Tuhan tidak akan pernah hilang selagi kita masih memiliki iman.

Tidak ada ikatan suci yang terbebas dari masalah dan halangan dalam menjalani kebersamaan karena dengan halangan inilah memberikan kekuatan kepada keduanya untuk tetap bersama. Halangan dan masalah adalah bentuk kasih sayang Tuhan kepada kita sebagai makhluknya untuk selalu tetap mengingat dan beriman kepada Nya. Tidak ada satu pun makhluk hidup yang tidak diuji baik dalam bentuk kesusahan atau pun kesenangan hidup di dunia. Semuanya adalah suatu bentuk peringatan agar tidak terlena dengan apa yang ada di dunia, dan sebagai peringat bahwa kehidupan yang terpenting adalah kehidupan setelah hidup kita di dunia, yaitu akhirat.

Kebanyakan pandangan orang saat ini terhadap tolak ukur kesuksesan dan kebahagiaan seseorang adalah uang, memang tidak sesuai dengan hati nurani bahwa uang adalah segalanya. Bagi saya kebahagiaan dalam keluarga adalah kebersamaan dan kasih sayang yang selalu memberi kehangatan satu sama lainnya. Dengan hal ini semua keadaan baik susah maupun senang dapat dilalui secara bersama tanpa saling menghina dan saling menyalahkan satu sama lainnya.

Banyak pengalaman yang terjadi sebelum membentuk ikatan suci sah, baik dari segi lingkungan, sosial, atau pun keuangan keduanya. Namun jika memang sudah diizinkan Tuhan, maka halangan tersebut pun bisa diatasi dan ikatan suci pun dapat terbentuk sebagaimana mestinya. Kehidupan selanjutnya mungkin tidak seindah yang dibayangkan, akan banyak cobaan yang akan dihadapi, kesehatan, pekerjaan, hubungan, kondisi keuangan yang mulai dari nol atau pun kondisi keuangan yang sudah mapan, atau pun jalinan persaudaraan antara keluarga yang kurang baik. Namun dengan rasa cinta kepada Tuhan untuk membentuk ikatan suci yang halal sebagai alasan ibadah kita kepada Tuhan, maka semua rintangan pun akan mudah dilalui.

Saat kita diberi kesenangan dan kehidupan yang berlimpah maka kita akan diuji dengan kesetiaan kepada pasangan dan cobaan lainnya. Kesetiaan pasangan diuji apakah mampu untuk tidak melihat kepada orang lain yang bukan muhrim sehingga tidak menyakiti perasaan pasangan lainnya. Karena dengan harta yang berlimpah, jabatan yang tinggi dan  kekuasaan yang kuat tidak akan menutup kemungkinan untuk tergoyahnya iman berpaling kepada yang lain. Disinilah bentuk ujian yang diterima setiap pasangan. Hal lain dalam kesehatan yang diuji dengan penyakit yang berat dan berbahaya.

Saat diberi kesusahan baik dalam hal keuangan, jabatan atau pun kekuasaan di dunia. Kita diuji dengan kehinaan dan kekurangan yang membuat goyahnya iman dan kepercayaan untuk mampu menjalani kehidupan ini. Setiap hari selalu dihantui perasaan was-was dan ketakutan akan semua masalah yang dihadapi, dan kadang menyerah akan semua hal bahkan mungkin terpikir hal-hal yang tidak diinginkan. Dihantui perasaan takut dan cemas hingga kesehatan pun ikut diuji dalam keadaan serba kekurangan.

Namun yang terpenting bagi semua ujian ini adalah keimanan kita kepada Tuhan dan kesetiaan kita pada pasangan, bagaimana pun keadaan yang kita hadapi, kesenangan dan kesesusahan menuntut kita untuk selalu bertindak di jalan Tuhan dan untuk selalu setia satu sama lainnya. Apakah kuat menghadapi semua ujian yang ditimpakan ataukah malah mundur dan saling menyakiti satu sama lainnya. Memang banyak cobaan yang ditimpakan kepada setiap pasangan bukan hanya yang baru menikah namun yang sudah lama menikah pun akan diuji dengan tujuan sebagai bentuk cintanya kepada Tuhan dan pasangannya.

Manusia diciptakan dengan akal dan perasaan. Kodrat manusia diciptakan memiliki perasaan cemburu, ada cemburu yang biasa saja ada yang berlebihan hingga membahayakan perasaan dan hubungan itu sendiri. Walaupun dengan akal sehat mampu mempertimbangkan mengenai suatu hal namun jika sudah dikaitkan dengan perasaan maka akan merubah pertimbangan-pertimbangan tersebut.

Pasangan yang berada jauh satu sama lainnya karena hal penting yang tidak dapat ditinggalkan seperti pekerjaan, kunci utamanya adalah komunikasi dan saling percaya, perasaan was-was dan curiga mungkin tidak akan hilang dari pikiran kita namun yakin bahwa Tuhan sudah memberikan yang terbaik dan yakin bahwa dia adalah jodoh terbaik yang diberikan Tuhan, sehingga akan selalu untuk kita.

Jadi apapun kesusahan dan kesenangan yang dihadapi bersama pasangan kita, keimanan dan kecintaan kepada Tuhanlah yang memperkuat agar selalu bersama dalam kehidupan dunia dan semoga di akhirat nanti. Selain itu, komunikasi, yakin, percaya, hargai dan kasih sayang adalah hal yang tidak boleh hilang dari ikatan tersebut. Jangan pernah bermain api dengan merusak ikatan suci, karena Tuhan tidak menyukainya, sehingga tidak tertutup kemungkinan hukuman atas kesalahan tersebut lebih berat dibandingkan ujian yang pernah dihadapi saat ini.

By MEYF
^_^

~ DECIDE TO PRORITY OF WORK ~

Monday, July 14, 2014 Add Comment
Now I share a bit my experience in work field. We realize that more obstacles that we face in the work field. There are more reactions, they can stand and survive or they cannot stand and survive even give up because they don't feel comfortable with uncertain condition at work field. When you face overload of work in your office, may you shock and confuse which one is the first time to do. In this case, we should make scale of work priority.

When we make work priority, we should consider both in term urgency, important, ability, knowledge and needs or other factors affecting the work. There are four scale of work priority that we will be done base on urgency and important the work.
  1. Priority 1 : There has high urgency and high importance of work, we must finish
    this work first and not delay. We select the work base on time between when it was entry and when it must be submitted (deadline). If there has a short time, then it includes in this priority.
  2. Priority 2 : There has low urgency and high importance of work, we should review or reschedule the work, then we finish it in productive time until it becomes high priority.
  3. Priority 3 : There has high urgency, but low importance of work, we should plan this work first. Usually it comes from other department or other client. We can reject if it disturbs the main work and our productivity.
  4. Priority 4 : There has low urgency and low importance of work. We should do in the last priority after three priority before finished. Even we can deny or reject and wait until we have the right time to do.
My experience in Human Resource while I worked at industry, when an employee got an accident, then HR team must do its job at that time to bring an employee go to hospital, even HR do first aid to help that employee. Don't forget call hospital first and after employee enter a hospital, we should prepare what hospital needs, such as employee ID card, a covering letter for hospital, etc. After that, HR and relevant department should prepare replacements employee for no occurs missing productivity. This case includes in priority 1.

Making overtime report, claim and benefit report, incentives report or all about financial that employee receive in salary, this work is high importance, but it has periodically to be urgent. Then, we can reschedule and review this work until it becomes high urgency. This case includes in priority 2.

When other department ask a HR member of team to give list of employee data whose relevant with them. This work has high priority because they ask and need at that time, even they want to get it directly, but it is not important for us. If this work disturbs our productivity and our main work, we can reject or delay it until we finish the main work. This case includes in priority 3.

In the weekend, our partner ask to join for dinner and recreation. This work has low urgency and low importance. If we must do overtime and we have other importance work, so we can reject or wait until the right time. Even we can avoid this work. This case includes in priority 4.

There are some steps to decide work priority :
  1. Creating all the list of work at that day. Specify when the work was entry and when the work must be submitted, it needs a short time or long time of deadline.
  2. Consider our knowledge about the work, we have skill or not to finish the work, or we must begin to learn it, then it needs a long time to do.
  3. Consider our ability to finish the work, we understand or not about the work,  it will relate to error and missing of work affecting our productivity.
  4. Consult and discuss with our boss or clients relevant with the work.
  5. Give point close to zero if it has low priority and point close to 10 if it has high priority.
  6. Then to give good result, we map the priority of the work into the work table, as follows :

We should know our ability and our knowledge about the work, and to make priority is depend on us and the habit on doing the work. And, if we confuse, should consult and discuss with them. If we can do it all properly, we will satisfied for what we have done and our customer will be satisfied about the result.
Hope this article is useful.

By MEYF

^_^

~ MENENTUKAN PRIORITAS PEKERJAAN ~

Monday, July 14, 2014 1 Comment
Sedikit berbagi pengalaman saya dalam dunia kerja. Dalam dunia kerja banyak tantangan yang harus kita hadapi dan kita jalani. Ada yang mampu bertahan dan ada yang menyerah karena tidak merasa nyaman dengan kondisi kerja yang tidak menentu. Saat Anda dihadapi dengan kondisi dimana pekerjaan yang datang kepada Anda melebihi dari biasanya, mungkin Anda kaget atau bingung mana pekerjaan yang dahulu harus dikerjakan. Dalam hal ini, ada baiknya kita menentukan skala prioritas dari pekerjaan tersebut.

Dalam penentuan skala prioritas pekerjaan perlu adanya pertimbangan-pertimbangan baik dari segi urgenitas, kepentingan, kemampuan, wawasan dan kebutuhan atau faktor lain yang mempengruhi pekerjaan tersebut. Terdapat empat skala prioritas pekerjaan yang harus diselesaikan berdasarkan tingkat mendesak (urgent) dan kepentingan (important) dari pekerjaan tersebut, yaitu :
  1. Prioritas 1 : pekerjaan yang memiliki tingkat urgent tinggi dan tingkat kepentingan tinggi, maka pekerjaan ini haruslah diselesaikan pertama kali. Seleksi berdasarkan jarak waktu antara kapan tugas masuk dan kapan harus diserahkan, jika jarak waktunya pendek maka pekerjaan tersebut termasuk pada skala prioritas ini. Jangan pernah menunda pekerjaan dan harus lakukan saat ini.
  2. Prioritas 2 : pekerjaan yang memiliki tingkat urgent rendah namun tingkat kepentingan tinggi, maka ada baiknya kita mereview atau menjadwalkan kembali agar dapat dilakukan pada waktu yang produktif hingga pekerjaan ini menjadi mendesak (urgent).
  3. Prioritas 3 : pekerjaan yang memiliki tingkat urgent tinggi namun tingkat kepentingan rendah, maka pekerjaan ini dapat direncanakan terlebih dahulu. Biasanya datang dari departemen atau pihak lain. Kita berhak menolaknya jika mengganggu produktifitas kerja kita.
  4. Prioritas 4 : pekerjaan yang memiliki tingkat urgent rendah dan tingkat kepentingan rendah, maka untuk pekerjaan pada skala ini ada baiknya kita melaksanakan diakhir setelah pekerjaan penting dan urgent lainnya dilaksanakan. Atau bahkan mungkin ada baiknya untuk dihindari dan menunggu hingga waktu yang tepat.
Sebagai contoh pengalaman saya dalam bidang human resources di industri, saat terjadi kecelakaan kerja pada karyawan, maka pada saat itu HR harus melakukan tugasnya untuk mengantarkan karyawan ke rumah sakit dan mengurus surat-surat penting yang dibutuhkan selama perawatan. Dalam hal pekerjaan, HR bersama departemen terkait harus mempersiapkan karyawan pengganti agar tidak terjadi miss produktifitas. Maka kategori ini termasuk pada prioritas1.

Report mengenai lemburan, tunjangan, insentif atau pun kewajiban yang harus dibayar karyawan pada saat penerimaan gaji merupakan hal yang penting namun prioritasnya hanya pada waktu tertentu. Maka pekerjaan ini bisa dijadwalkan kembali hingga mendekati hari H dimana pekerjaan ini menjadi sangat urgent. Maka kategori ini termasuk pada prioritas 2.

Departemen lain meminta Anda sebagai team HR untuk memberikan data karyawan departemen tersebut. Pekerjaan ini memiliki prioritas tinggi karena mereka meminta pada saat itu juga, namun bagi kita tidak begitu penting. Jika hal ini mengganggu produktifitas kerja, maka berhak untuk menolaknya atau menundanya hingga pekerjaan yang harus kita laksanakan saat itu selesai. Maka kategori ini termasuk pada prioritas 3.

Di akhir pekan anggota team mengajak kita untuk jalan-jalan sebagai refreshing. Hal ini termasuk pekerjaan yang tidak penting dan tidak urgent, jika kita diharuskan untuk lembur atau memiliki kepentingan lainnya, maka kita berhak menolak atau menunggu hingga waktu yang tepat. Atau bahkan pekerjaan ini pun bisa dihindari. Maka kategori ini termasuk pada prioritas 4.

Adapun beberapa langkah yang dilakukan sebelum menentukan prioritas pekerjaan adalah :
  1. Membuat semua list pekerjaan pada hari itu.
  2. Tentukan tanggal datang dan deadline dari pekerjaan tersebut, apakah lama atau tidak.
  3. Pertimbangkan mengenai pengetahuan kita mengenai pekerjaan tersebut, apakah mahir atau tidak, ataukah harus belajar dari awal atau hanya melakukan yang sudah terbiasa
  4. Pertimbangkan mengenai kemampuan kita dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut, apakah sudah memahami atau belum, karena akan berhubungan dengan tingkat error pekerjaan yang kita hasilkan.
  5. Konsultasi dan diskusi dengan atasan atau pihak yang terkait pekerjaan tersebut.
  6. Beri point mendekati 0 sebagai prioritas rendah dan point mendekati 10 sebagai prioritas tinggi.
  7. Selanjutnya agar memberikan hasil yang rapi, kita petakan prioritas kerja tersebut kedalam table kerja, seperti berikut:
Kita puas dengan apa yang kita kerjakan dan pelanggan pun puas dengan hasil yang kita kerjakan.
Semoga bermanfaat..

By MEYF
^_^


~ THE NEGATIVE EFFECT OF MULTITASKING ~

Sunday, July 13, 2014 Add Comment
The last article, I shared about multitasking. We discuss that what multitasking is, how multitasking is done and what the effect of multitasking to work, it is will be negative or positive effect. How lucky they are if they are able to do multitasking, then they can reduce working time without reduce their productivity of work. But if they are not able to do multitasking, this effect is negative to work such as wasting time and reduce productivity of work.

The first time, we may though that multitasking reduce our working time, but it is not always correct. We have limited ability and we need high concentration to do activity, then the effect that multitasking doesn't save working time, but it will wasting working time. Can you imagine when you have high concentration make report, you get calling from your client that force you to answer them. You need time until 20 minutes concentration to continue your work before. So, you waste your time about 20 minutes continue and finish your report.

When you are in a meeting with clients, suddenly you get message and you open it, although you interrupt meeting to read email for a minute, you will lose some topic in meeting. Even you ask your partner what meeting talking about. Surely it will disturb your partner concentration while meeting.

In a research by Joshua Rubinstein, Ph.D., David Meyer, Ph.D. and Jefrey Evans, Ph.D,  they said multitasking is obstacle for employees to have good productivity because of wasting time. Although our brain is greater than computer, but we only have limited ability to do work. Computer is able to do more activity and open different application in same time because it has been designed to do like that.

Multitasking is useful for simple or small activity such as watching television while eating, singing while do shower, etc. I have experience that I need high concentration while making salary report of employee, but suddenly my boss asked me to do other report that he thoughT that it is more important than salary report because of urgent. I left my first report and I made my boss's report. While doing that work, suddenly other department asked to give new report about productivity of employee because they would make incentive report for salary. Then, I should stop making two old report. And, can you imagine how can I get back to finish my old report, I need more time to get high concentration to avoid from error. Here is wasting time again and even low productivity if I did error. Only positive thinking that made me survive with this activity. I thought this is challenging for me in work field and I should pass it properly and give good performance for company.

If we face this condition every day in working, it can give negative effect for our productivity and even for our healthy. It can reduce our productivity, wasting time and even we always make the repeated error or mistakes. We will break our healthy and we get depression because of work.

From any source that I read, here is some tips to avoid multitasking:
  1. While we are reading and making report, we should far from internet connection or social media that is not related to our work.
  2. We shouldn't eat in work table because it can break our mind to get rest, we will remember about our duty and even we will stop for eating and continue to work.
  3. Every day, we must make daily list job and give sign which one is high priority and which one is not to finish it.
  4. We must focus and do on high priority of work.
  5. We should get rested for 15 minutes in the morning or in the evening.
  6. We must use tools or application that can help easy to work.

If we are not usual to multitasking, so leave it and focus on some work and avoid for something that can disturb our concentration. We start from high priority of work then continue to the next priority.

Hope this article is useful for us.


By MEYF

^_^

~ DAMPAK NEGATIF MULTITASKING ~

Sunday, July 13, 2014 Add Comment
Pada artikel sebelumnya, saya sharing mengenai multitasking. Apakah itu multitasking, bagaimanakah multitasking tersebut dan apakah berdampak negatif atau positif pada kinerja kita jika kita melakukan multitasking. Bagi orang yang mampu melakukannya   tentu hal tersebut sangat menguntungkan, karena mereka mampu menghemat waktunya dalam melakukan aktivitas. Namun jika mereka tidak terbiasa, hal ini sangat merugikan bukan saja dari segi waktu yang terbuang hingga hasil kinerja yang tidak memuaskan.

Pada awalnya mungkin kita berpikir dengan multitasking mampu mempersingkat waktu kerja, namun karena kemampuan kita terbatas dan membutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk melakukan aktivitas, sehingga multitasking bukan menghemat waktu malahan buang-buang waktu. Coba bayangkan jika saat membuat laporan dengan penuh konsentrasi, tiba-tiba telpon Anda berdering dan mengharuskan Anda untuk menjawabnya. Untuk melanjutkan pekerjaan sebelumnya dibutuhkan waktu yang cukup lama mungkin hingga 20 menit agar bisa berkonsentrasi kembali. Sehingga terbuanglah waktu Anda hingga 20 menit untuk dapat menyelesaikan laporan tersebut.

Saat Anda sedang mengikuti meeting dengan klien, tiba-tiba Anda menerima email dan Anda membukanya, walau hanya beberapa menit, namun beberapa topik yang dibicarakan terlewatkan begitu saja, bahkan mungkin Anda menanyakan kepada rekan sebelah Anda mengenai topik yang dibicarakan, tentu mengganggu konsentrasi orang lain saat meeting berlangsung.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Joshua Rubinstein, Ph.D., David Meyer, Ph.D. dan Jefrey Evans, Ph.D, bahwa multitasking itu adalah halangan bagi karyawan untuk lebih produktif karena terjadinya pemborosan waktu.

Walaupun otak kita lebih hebat dari komputer, namun kemampuan kita tidak semuanya mampu seperti komputer yang dalam waktu bersamaan mengerjakan tugas yang berbeda. Multitasking hanya berguna untuk hal-hal ringan, misalnya saat menonton televisi sambil makan, atau mandi sambil bernyanyi. Seperti pengalaman saya dimasa lalu saat satu pekerjaan dilakukan dengan konsentrasi, namun tiba-tiba perintah atasan untuk mengerjakan pekerjaan lain yang beliau anggap lebih penting, hingga meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Dan bahkan beberapa menit setelahnya, saya diharuskan melakukan pekerjaan baru yang datang dari departemen lain, sehingga mengharuskan saya untuk menghentikan dua pekerjaan sebelumnya.

Tentu jika sering terjadi hal semacam ini akan menimbulkan tekanan bahkan sering merasa jenuh dengan kondisi dan pekerjaan. Hanya pikiran positif yang mampu bertahan dalam keaadaan tersebut yaitu sebuah tantangan dalam pekerjaan yang harus dilewati. Namun tidak akan baik untuk jangka panjang. Mulai dari segi produktifitas kerja yang akan menimbulkan kesalahan yang berulang-ulang hingga segi kesehatan yaitu timbulnya stress akibat pekerjaan.

Ada beberapa tips yang saya ambil dari beberapa sumber yang dapat kita biasakan untuk tidak multitasking, diantaranya :
  • Saat membaca atau membuat laporan, hendaklah menjauh dari koneksi internet atau pun media sosial yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
  • Jangan makan di meja kerja, karena akan mengingatkan Anda akan pekerjaan yang harus diselesaikan bahkan dapat menghentikan makan siang untuk melanjutkan pekerjaan.
  • Buat setiap hari daftar pekerjaan pada hari itu, dan berikan tanda mana yang menjadi prioritas utama dan mana yang berikutnya. 
  • Fokus pada pekerjaan yang menjadi prioritas untuk dikerjakan.
  • Sempatkan waktu istirahat selama 15 menit baik pagi atau pun siang hari.
  • Gunakan alat kerja atau pun aplikasi yang meringankan pekerjaan.

Jika kita tidak terbiasa dengan hal multitasking, maka tinggalkanlah, fokus pada satu pekerjaan dan hindari hal-hal yang mengganggu pekerjaan Anda. Mulailah mengerjakan pekerjaan yang memiliki prioritas yang tinggi baru dilanjutkan dengan prioritas yang berikutnya.

Semoga artikel ini bermanfaat..

By MEYF

^_^

~ THE LESSON FROM ANIMATION MOVIE : "RATATOUILLE" ~

Saturday, July 12, 2014 Add Comment
Ratatouille...

Last time, I watched animation movie that gives inspire and motivation. Although I often watch this movie, but I never bored on watching it. This movie was launched in 2007. Its title is Ratatouille. This animation movie is about cooking and Ratatouille is a kind of special food from French.

In this movie tell about story of Remy, rat, it is gift a highly developed sense of taste and, Remy is able to distinguish food which one is good to eat and other not. Remy is able to cook as well. Remy lives with its family on the roof. And, daily Remy always watch idol chef, Gustaeu, when a homeowner watches a cooking shows. Remy has a dream to be a great and famous chef like Gustaeu. One day, when Remy take some food and ingredients there, a homeowner sees him, he tries to catch Remy, but Remy escape then caused leave its family. On the way, Remy tries to take a cook book of Gustaeu, and the end stranded in a large city of France in front of famous restaurant of Gustaeu.

This restaurant was a famous and favourite of people there. Then, one day Anto Ego, an observer food visited  Gustaeu Restaurant. He writes a high negative critical about this restaurant. After Gustaeu died, the reputation's restaurant was a setback.

In this restaurant, Remy starts to develop its skill through Linguini, a garbage boy there, but actually Linguini is a heir of this restaurant that is covered the truth by new manager of restaurant. Friendship between Remy and Linguini gave a positive success, Remy has the chance to develop its skill through Linguini. Remy controls Linguini like a robot through Remy's hair. Because of hard work and learning by doing, Linguini becomes a great chef and make delicious Ratatouille through control of Remy. Anton Ego, an observer food shock and he doesn't believe that Ratatouille is the same with his mom made. More customers come to this restaurant to eat this dish.

In this story, a manager cannot accept that Linguini have a great skill in cooking. One day, when Remy and his colony come to restaurant to take food there, they were caught. And, unfortunately Remy and Linguini live far away. Then government close that restaurant because of the healthy reason. Its is not decent if more rats in a restaurant.

This does not take a long time, friendship between Remy and Linguini make them see again. Anton Ego has great plan to make a new restaurant that will be managed by Linguini and Remy. This icon of new restaurant is rat. There will be built a restaurant and separate between rats and human restaurant.

May we see this movie is like entertainment animation and not in real life, this movie only entertains us with great animation and story. But it has more lesson that we can learn especially from Remy. This is not mean that we act like rat, but we learn from Remy's attitude, view and effort to pursuit dream.  This animation movie teach us about bravery, teamwork and self-confidence.

The bravery of Remy to pursuit dream to be a great chef. Remy is only rat, but it has big ambition to develop its skill. Although Remy has separated left with its parents, although Remy is only a rat of disgusting animal, but Remy is able to prove and develop its skill to pursuit dream. So whatever our condition, wherever we come from, whatever we look like, and whatever our background, but we certainly have unexpected skills that we can develop it. And, the bravery can make our dream come true.

In a team, whatever our condition that we face, bad or good things that we have, bad or good things that we meet, we cannot make a great team that can find a solution without good teamwork and positive mind. The weakness will be covered by strength of team members. So everything will be done perfectly.

The other lesson that we can learn from this movie is self-confidence. Never fear about our condition, performance and attitude or our character that other cannot accept or not like it. But we must be brave and confidence and believe that we have the excellence skills, we are able to do good things for success, and we are able to do what other cannot do.


The important thing is Remy has a dream and clear purpose to be great chef. Whatever obstacle will occur, Remy views it with bravery, confidence and positive. Don't let anyone define our limits because of where we come from. But only limit is our soul. (except Allah says something to happen).


by MEYF
^_^

~ PELAJARAN DARI FILM ANIMASI "RATATOUILLE" ~

Saturday, July 12, 2014 Add Comment

Ratatouille...
Baru-baru ini saya menonton lagi film animasi yang menginspirasi dan memotivasi. Walaupun sudah sering menonton film animasi ini, namun tetap tidak membosankan. Film ini diluncurkan pada tahun 2007, berjudul Ratatouille. Film animasi yang berhubungan dengan masak memasak. Ratatouille adalah sebuah makanan khas dari perancis.

Dalam ceritanya mengisahkan antara seekor tikus bernama Remy yang memiliki keahlian yang unik dari tikus-tikus lainnya yaitu mampu membedakan makanan yang layak untuk dimakan dan mana yang tidak, selain itu dia juga bisa memasak. Dia tinggal dengan koloninya di atap sebuah rumah. Saat pemilik rumah menonton acara memasak, Remy pun ikut serta menontonnya. Acara memasak yang dipandu oleh chef Gusteau, seorang masterchef kenamaan di Paris. Pada suatu ketika Remy ingin mengambil bahan makanan, sang pemilik rumah pun melihat keberadaan Remy, dan mengakibatkan dia harus kabur meninggalkan keluarganya. Remy terdampar di sebuah kota besar di Perancis tepat di sebuah restoran ternama Gustaeu yaitu restoran ternama Chef Gustaeu.
Restoran ini pada awalnya adalah restoran terkenal dan terfavorit, sampai pada suatu ketika,  seorang pengamat makanan, Anton Ego yang memuat resume tentang masakan yang disajikan Gusteau dengan memberikankritikan negatif. Tak lama setelah itu Gustae meninggal, dan reputasi restoran pun mengalami kemunduran.

Pada restoran inilah Remy mulai menerapkan keahliannya melalui Linguni seorang petugas kebersihan restoran, yang sebenarnya adalah sang pewaris restoran yang ditutupi kebenarannya oleh pemimpin restoran yang baru. Persahabatan Remy dan Linguini memberikan kesuksesan yang positif dimana Remy mampu mengembangkan keahliannya melalui Linguini. Remy mengendalikan Linguni seperti sebuah robot dengan mengerakkan rambut Linguini. Berkat kerja keras dan pembelajaran Remy maka Linguini pun menjadi chef hebat yang mampu membuat Rotatouille lezat hingga Anton Ego sang pengamat masakan pun teringat masakan ibunya saat dia kecil. Sejak saat itu, berkat masakan Remy melalui Linguini mampu menghidupkan restoran Gustaeu kembali. Banyak pelanggan yang mengorder Ratatouille. 

Dalam ceritanya sang pemimpin restoran tidak terima akan keahlian Linguini, dan pada suatu ketika saat Remy dan koloni tikus ketahuan mencuri persediaan makanan restoran, hingga remy dan Linguini pun terpisah. Pemerintah menutup restoran yang dipenuhi tikus-tikus ini karena alasan kesehatan.

Hal ini tidak berlangsung lama karena persahabatan yang sangat erat antara Remy dan Linguini yang pada akhirnya mereka bersatu kembali. Anton Ego memiliki rencana lain mendirikan restoran baru yang dikelola oleh Linguini dan Remy serta tikus sebagai ikonnya. Di sana dibangun restoran yang dibagi antara restoran untuk manusia dan restoran untuk tikus.

Sebagian kita hanya melihat film ini hanya sekedar hiburan yang tidak mungkin ada di dunia nyata. Namun dari film animasi ini banyak pelajaran positif yang bisa kita ambil terutama dari sikap dan pandangan si tikus Remy. Bukan berarti kita menempatkan diri kita sama dengan tikus namun makna dari tindakan dan pemikiran aktor animasi ini yang dapat kita jadikan contoh. Diantaranya adalah keberanian, kerjasama, dan percaya diri.

Keberanian Remy untuk mewujudkan impiannya menjadi koki hebat. Remy hanya seekor tikus namun memiliki ambisi besar untuk mengembangkan keahliannya menjadi koki ternama. Walaupun dia terpisah dari orangtuanya, walaupun kondisinya sebagai binatang yang menjijikkan namun dia tetap berani membuktikan dan mengembangkan keahliannya. Jadi apapun kondisi kita, dari manapun kita berasal, seperti apapun penampilan kita, dan apapun latar belakang kita, namun kita pasti memiliki keahlian yang tidak terduga yang dapat kita kembangkan. Dan hanya keberanianlah yang dapat merealisasikannya.

Selain itu dalam sebuah team, apapun kondisi yang kita hadapi, baik kekurangan atau pun kelebihan yang kita temui, dengan kerja sama yang baik, pemikiran yang positif, maka kekurangan kita akan ditutupi oleh kelebihan team kita dan kelebihan kita akan menutupi kekurangan team kita. Sehingga semuanya berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan.

Dan pelajaran berikutnya adalah jangan takut akan kondisi, keadaan, penampilan dan sikap kita yang mungkin orang lain tidak akan menyukainya. Namun kita harus berani dan tetap percaya diri serta yakin bahwa kita punya kelebihan, kita mampu melakukannya dan kita mampu melakukan apa yang mereka tidak mampu lakukan.

Satu hal yang paling penting adalah, Remy memiliki impian dengan tujuan yang pasti dan jelas yaitu menjadi koki terhebat. Apapun rintangan dan halangan yang terjadi, dihadapi oleh Remy dengan keberanian, percaya diri dan positif. Tidak ada yang berhak membatasi kemampuan kita (kecuali Tuhan berkehendak lain), hanya jiwa kitalah yang terbatas untuk mengembangkan kemampuan kita. 


By MEYF
^_^

~ DON'T EASILY INFLUENCED !!! ~

Thursday, July 10, 2014 Add Comment
I want to share a bit about my experience and may your experience as well. I am sure that you faced this before in your life. Did you think that other people is better than yourself, or other opinion is more important than your opinion, or you confuse to decide something? Surely you have passed this even. We are social’s life and we always interact with other people and even we are a center of their attention.

When we are move to other place, from small city to big city, we feel different condition and social’s life. In big city, we will face more attractive social’s life and modern information and technology and also curious about it. I think everyone will be tempted about modern life there. But the matter is how strong we are that be able to survive  in a condition that doesn't allow us to follow it all. 

A man was allowed by his parents to study and pursuit his dream in a big city, then he must responsible and do it right as his parents wish. He will face new life, new condition and new environment. He will be independent living and far from his family, may he will get hard for adaptation with new environment and even it will not match his life before.  He will face more temptation that influence his mind and his social’s life. It is so lucky if he can consider between negative and positive influence, he can filter which one is good, and unfortunately if he takes all these influences, then he break his purpose and family wishes before. So, he must has faith and focus on his goal to study in big city, then he will far from negative influences, even he is able to hold his lust to have expensive items or things that are not supposed to be held today. Indeed, at this age is his time to find identity his life, to get prestige and perfect life that they see only in term of material. But for student who has a clear purpose is able to see condition and decide what decent and right for his life.
When a boss gains the trust from his company to manage and work his duty properly. The great and confidence boss will not easy to get influence by other. He will not influence about negative issues by his staff, he will not humiliate to take advantage and things that are not his. A wise and great boss will be able to consider and decide which one is good or bad to do, even he is able to influence his employee to be great employee and do work with honest and responsibility.

People who have trust to his friend will not be easy to be influenced by other bad opinion about his friend because he trusts and be able to choose and consider positive and negative view about his friend. An employee always worries people's view about her life. She always asks opinion and suggestion about her acts and her needs, even other doesn't know her needs, just because of fear about gossip, then she is not respect to herself as a great person.

More effort we can do to break away from influence of other. The first, the self-confident, this shows that we have ability to do everything with our potential that we have. If we have self-confident for every action, then we will difficult to be influenced by other. The second, be familiar ourselves, if we know well who we are, what our purpose is, how our potential is, then we are able to choose and decide which one is decent influence will be accepted and rejected. We can read motivation and inspirational book, we can watch motivation and inspirational video to explore and be familiar with our potential.

The third, think that ourselves is so important, it means always give full attention for ourselves to act, talk and positive attitude. Then, other opinion about us is only second choices. This view is not mean selfish, but just think that we are able to share goodness for other by ourself.

The fourth is trainee ourself be a manager, this is not mean we must apply to be a manager in a company, but in our daily activity we must be able to manage our time, manage our activity, manage our financial even trivial things and the most important is able to decide something that not give bad effect for us and other in same time. The fifth, appreciate the environment as form of learning so that we are able to explore our potential to join with social’s life. More things that we can do to far away from influence of other that gives negative effect for our life.
The fact we cannot remove the influence of other or the influence of environment because every character and social's life has more variation and may give positive effect for us. But it depends on us how to view, filter and choose the good influences and throw away the bad influences that just waste our opportunity to be great person.

So, can we do it??? The answer is YES WE CAN!!!
All decision is in our hand.

by MEYF
^_^ 




~JANGAN MUDAH TERPENGARUH!!!!!!!~

Wednesday, July 09, 2014 Add Comment

Saya sedikit sharing suatu pengalaman yang mungkin Anda pasti pernah menghadapinya. Pernahkan Anda berpikir bahwa orang lain adalah lebih baik dari diri sendri, atau pendapat orang lain lebih utama daripada pendapat sendiri, atau Anda bimbang dan ragu-ragu dalam memutuskan suatu hal? Saya yakin pasti pernah, walaupun hanya satu kali. Kita hidup sosial yang selalu berinteraksi dengan orang lain dan bahkan menjadi pusat perhatian orang lain baik dengan sepengetahuan kita atau pun tidak.

Saat Anda bermutasi dari kota kecil ke kota besar, kehidupan yang dirasakan sangat berbeda. Di kota besar sangat banyak yang kita jumpai baik dari segi lingkungan sosial dengan manusia hingga tekhnologi yang menggiurkan. Siapa yang tidak akan tergoda dengan kehidupan glamour dan serba canggih. Namun masalahnya adalah seberapa kuat kita untuk mampu bertahan dengan keadaan yang tidak memungkinkan semuanya kita ikuti.

Seorang anak diizinkan orang tua untuk meraih pendidikan tinggi di kota besar, sehingga dia haruslah bertanggungjawab dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya amanah yang diberikan orangtuanya. Maka si anak akan menghadapi kehidupan baru seperti hidup jauh dari orang tua, hidup mandiri di lingkungan yang baru, beradaptasi dan bersosialisasi dengan kondisi yang baru bahkan tidak sesuai dengan apa yang pernah dijalani sebelumnya. Berbagai bentuk godaan yang menggiurkan yang dengan mudahnya mempengaruhi gaya hidup yang biasa dijalani. Beruntung jika si anak mampu memilih dan menyaring antara pengaruh positif dan pengaruh negatif, sangat disayangkan jika si anak mengambil semua pengaruh tersebut hingga memberikan efek negatif kepada si anak, keluarga bahkan menjadikan dia gagal menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.

Jika si anak memiliki tujuan dan tanggung jawab yang besar akan amanah orangtuanya untuk bersekolah di kota besar, tidak akan mudah terpengaruh akan hal-hal negatif, atau pun kehidupan yang serba elit, bahkan ia mampu menahan nafsunya untuk memiliki barang-barang mahal atau pun hal-hal yang tidak selayaknya untuk dimiliki saat ini. Memang pada usia tersebut adalah masa mencari jati diri, gengsi dan gaya hidup yang ideal yang mereka pandang dari segi materi. Namun mahasiswa yang beriman mampu melihat keadaan dan memutuskan hal yang layak dan tepat untuk dijalani.

Saat seorang atasan diberikan kepercayaan untuk mengatur dan menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai atasan dan karyawan suatu perusahaan. Seorang atasan yang tegas dan percaya diri tidak akan terpengaruh akan hasutan bawahan yang memberikan komentar-komentar negatif terhadap rekan kerjanya. Dia tidak akan terpengaruh untuk memperoleh materi dengan cara tidak benar yang seharusnya bukan menjadi haknya. Seorang atasan yang bersikap bijak pasti akan mampu memilih dan menetapkan mana yang baik dan mana yang buruk, bahkan dia mampu memberikan pengaruh kepada orang lain agar melakukan pekerjaan dengan jujur, hebat dan bertanggungjawab.

Seorang sahabat yang baik dan memiliki kepercayaan terhadap saudaranya tidak akan mudah terpengaruh akan hasutan orang lain yang memberikan komentar negatif kepada saudaranya. Karena dia memiliki keyakinan dan kemampuan untuk memilih dan membedakan mana yang positif dan negatif. Hal lain, seperti seorang karyawan yang selalu cemas akan pandangan orang lain, setiap tindakan yang dia kerjakan selalu meminta pendapat orang lain yang bahkan orang tersebut belum tentu tahu apa kebutuhan dan keinginannya, hanya karena takut digosipin atau diremehkan orang lain sehingga tidak menghargai diri sendiri sebagai orang yang dilahirkan hebat.

Banyak upaya yang dapat kita lakukan untuk melepaskan diri dari pengaruh orang lain atau pengaruh lingkungan. Pertama adalah percaya diri, sikap ini menunjukkan bahwa kita mampu dan sanggup melakukan segala sesuatu dengan kekuatan yang kita miliki. Jika kita merasa kita mampu untuk melakukan tujuan utama yang harus kita raih, sehingga pengaruh luar negatif yang akan mengacaukan tujuan akan sangat sulit untuk mempengaruhi kehidupan dan pandangan kita. Kedua kenali diri sendiri, jika kita sudah tahu dan kenal akan siapa kita, apa tujuan kita, bagaimana kemampuan dan potensi diri kita sehingga kita mampu untuk memilih pengaruh mana yang layak untuk diterima dan ditolak. Melalui buku-buku atau pun video motivasi dan inspiratif pun kita mampu menggali dan mengenal potensi diri kita.

Ketiga memandang penting diri sendiri berarti kita selalu memberikan perhatian penuh kepada diri kita sendiri untuk bertindak, bertutur kata, berperilaku positif sehingga akan muncul pandangan positif.  Sehingga pendapat orang lain yang berhubungan dengan kebutuhan kita dan pengaruh orang lain adalah pilihan kedua. Memandang penting diri sendiri bukan berarti kita egois, namun memandang diri kita sebagai seorang yang mampu menyebarkan kebaikan bagi diri sendiri dan lingkungan. Keempat melatih diri untuk menjadi seorang pemimpin/manajer. Bukan berarti kita harus melamar kerja di sebuah perusahaan sebagai manajer, namun dalam kehidupan sehari-hari kita harus mampu mengatur waktu, mengatur aktifitas, keuangan, bahkan hal sepele lainnya dan yang paling utama adalah harus mampu mengambil sebuah keputusan yang  tidak merugikan diri sendiri dan orang lain secara bersamaan.


Kelima menghargai lingkungan luar sebagai bentuk pembelajaran agar kita mampu mengenali potensi diri kita untuk bergabung dengan lingkungan tersebut. Sebenarnya melepaskan diri dari pengaruh orang lain dan lingkungan sangatlah sulit untuk dihilangkan, karena karakter dan lingkungan sosial yang beragam. Namun tergantung pada diri sendiri bagaimana memandang, menyaring dan memilih pengaruh yang positif dan membuang pengaruh negatif yang tidak bermanfaat yang hanya membuang kesempatan kita untuk menggali potensi yang kita miliki agar menjadi orang hebat.

Apakah kita bisa melakukannya??? Jawabannya BISA!!!
Namun semua keputusan ada ditangan kita. 

by MEYF
^_^