Showing posts with label MOTIVATION. Show all posts
Showing posts with label MOTIVATION. Show all posts

~Makna Lagu "Menangislah Kan Kau Juga Manusia" ~

Tuesday, October 17, 2023 Add Comment
 
Pertama kali mendengarkan, langsung suka. Hingga saat ini selalu berulang-ulang mendengarkan lagunya. Suka dengan lirik lagu Menangislah Kan Kau Juga Manusia yang pertama kali dibawakan oleh Ghea Indrawari. Beberapa waktu lalu dengar juga lagu ini dibawakan oleh YouTuber Valdy Nyonk 
Lirik lagu ini sangat menyentuh. Memberi isyarat bahwa sudah lelah menghadapi kehidupan dunia yang selalu diuji. Tidak semua orang memahami keadaan yang dihadapi. Hanya diri sendiri yang paham akan apa yang dihadapi. Manusia hanya melihat dari luar saja. Diantara mereka ada yang bisa memahami dan ikut simpati namun tidak sedikit yang ikut menghujat dan menggunjingi.
Tanpa celoteh mereka saja sudah terasa lelah menghadapi, apalagi jika menjadi pusat perhatian dan bahan hujatan bagi mereka. Sangat lelah dan rasanya ingin berhenti karena sudah berada pada titik paling tinggi. Ingin menyendiri menghilangkan pilu dihati, menghilangkan rasa beban yang sangat berat dalam diri. Setiap hela nafas ingin rasanya berhenti dan tak terasa air mata pun turun di pipi.
 
Mendengar lagu ini seolah-olah mencoba mengajak jiwa yang lelah dan mengatakan bahwa berhentilah di tempat ini, untuk berteduh dan beristirahatlah sejenak. Sampai titik ini kamu adalah pejuang hebat, orang lain pun belum tentu mampu mengahdapi ini. Mereka tidak tahu  apa yang kau rasakan dan kau perjuangkan, mereka tidak mendengar setiap tangisan dihati. Namun hal itu tidak penting. Sedari diri bahwa hingga saat ini kamu adalah pejuang yang hebat dan pejuang yang tidak perlu dihargai oleh orang lain. 
Lagu ini begitu menyentuh hingga menangis mendengarkan setiap liriknya. Jika dikaitkan dengan manusia, seolah-olah ada sahabat atau saudara tempat kita berkeluh kesah. Seseorang yang akan mengerti kondisi kita. Seseorang yang akan memberikan bahunya untuk bersandar dan akan bilang kamu adalah pejuang hebat, kamu sudah mencapai titik yang tidak bisa dilewati semua orang. Tempat memotivasi kita agar selalu kuat menghadapi segala macam ujian. Namun tidak semua manusia bisa ditemukan seperti itu.
Selain itu, lagu ini sangat tepat jika dihubungkan dengan sang Maha Pencipta Allah SWT. Mengajak untuk bersandarlah walau hanya sebentar dan berteduhlah disini yaitu ditempat suci dimana hanya Tuhanmu lah yang paling memahami. mengadulah pada-Nya karena semua yang kau hadapi ini adalah diberikan oleh Tuhanmu untuk menunjukkan bahwa Dia sangat merindukanmu, dia sangat berharap agar dirimu selalu berharap dan meminta kepadaNya. Merindukan dimana kamu bisa bercerita dan membutuhkan-Nya dalam suka atau pun duka.
Betapa seringnya meninggalkan Tuhan, namun Dia selalu menunggu dan membuka dengan lebar tanganNya untuk menerima.
MasyaAllah lagu ini benar-benar menunjukkan bahwa begitu hebatnya diri kita sampai sejauh ini masih tetap bertahan dan menjadi lebih kuat sehingga kita mengenal bahwa yang sejati itu hanyalah Allah SWT, kepadaNya tempat mengadukan semua kehidupan, kepadaNya tempat berterimakasih, kepadaNya tempat meneduhkan dan tempat meluapkan segala duka yang dialami. Jadi jangan pernah bergantung pada manusia. Bergantunglah pada Allah SWT. Jangan pernah meminta manusia untuk berubah karena hati mereka hanyalah milik Tuhannya. Jadi dekatilah Allah SWT dan doakan mereka agar berubah. Tanpa disadari semuanya akan berubah sesuai dengan ridhoNya.

 

Melly
^_^

~"MENUNDA PEKERJAAN"~

Thursday, November 27, 2014 Add Comment
Sebelumnya saya sudah pernah posting mengenai prioritas pekerjaan. Melakukan pekerjaan sesuai prioritas agar tercapai target yang kita inginkan. Kita harus pintar membagi waktu bukan menunda waktu yang kita kerjakan. Karena dengan melakukan penundaan berarti kita sudah mengeluarkan banyak biaya yang seharusnya tidak ada, baik waktu, ketenangan, energi dan bahkan keuangan.

Setiap manusia pasti memiliki sifat malas, namun ada yang mampu mengontrol kemalasannya dan ada yang tidak. Kemalasan adalah temannya syetan padahal kita diwajibkan untuk berusaha dan menghilangkan kemalasan. Menunda pekerjaan adalah salah satu bentuk dari kemalasan. Menunda pekerjaan berarti sama dengan menabung stress. Kadang kita menyepelekan suatu pekerjaan yang kecil dan menganggapnya mudah untuk dikerjakan, sehingga menundanya dikemudian hari. Pekerjaan tersebut bisa saja terlupakan, tanpa kita sadari deadline pekerjaan sudah di depan mata, namun karena kita menundanya sehingga menumpuk dan bahkan membuat kita tergesa-gesa melakukannya. Sering terjadi kesalahan dan kecemasan yang berlebihan dalam mengerjakan pekerjaan yang tertunda sehingga timbul stress dan ketidaknyamanan dalam mengerjakannya.

Saya pun pernah menunda pekerjaan, menganggap gampang dan menganggap tidak penting pekerjaan tersebut pada saat itu. Banyak alasan yang membela diri untuk menunda pekerjaan. Kadang anggapan kita salah bahwa pekerjaan tersebut tidak terlalu penting namun mengabaikan kenyataan bahwa pekerjaan tersebut mungkin penting dikemudian hari.

Kadang kita pun sering melakukan hal yang tidak wajar saat bekerja, seperti bergosip dan membicarakan hal yang tidak penting dengan rekan kerja, makan pada saat jam kerja, atau pun hal lainnya sehingga pekerjaan yang seharusnya dikerjakan pun terbengkalai. Saat boss meminta hasil yang kita kerjakan dan kita belum menyelesaikannya, akibatnya timbul stress dan kecemasan, hasil yang kita kerjakan pun tidak maksimal, dan akhirnya poin negatif dari boss atas apa yang telah kita lakukan.

Menurut Imam Al Ghazali bahwa “Penundaanmu atas berbagai pekerjaan yang seharusnya kamu kerjakan saat kamu sedang dalam kelonggaran menandakan kebutaan jiwa…”. Menunda-nunda merupakan bentuk tipu daya nafsu kita untuk melakukan kesalahan dan hal inilah yang diinginkan oleh syetan.

Banyak efek negatif dari menunda suatu pekerjaan diantaranya stress, emosi tidak terkontrol, ketakutan dan tidak percaya diri, kehilangan kepercayaan orang lain karena kita sering tidak mampu memenuhi permintaan mereka, dan kurang memperhatikan lingkungan dan keluarga, bahkan financial pun akan berkurang. Bayangkan jika kita menunda membayar pajak. Denda pun harus dikeluarkan. Untuk itu janganlah kita sia-siakan kesempatan mengerjakan suatu hal dan janganlah menunda pekerjaan tersebut.

Ada beberapa hal yang biasa saya lakukan untuk tidak menunda pekerjaan, diantaranya adalah menetapkan target kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan, membagi beberapa pekerjaan berdasarkan prioritas dan waktunya. Meyakinkan diri bahwa mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan tepat dan benar. Setelah pekerjaan terselesaikanm lakukan penghargaan terhadap diri sendirisehingga memberikan motivasi untuk menyelesaikan pekerjaan berikutnya. Hal lain yang tidak boleh lupa adalah berani dan percaya diri, abaikan bisikan negatif dan fokus pada target yang harus kita capai.

Ayoo..mulai sekarang hindari menunda pekerjaan karena hanya memberikan efek negatif pada kita. Jika kita sanggup mengerjakan pekerjaan tepat pada waktunya, maka coba perhatikan apa yang terjadi, banyak hal positif yang akan datang pada kita.

By MEYF ^_^ 

JUST TO GET A SMALL PIECE OF LAND

Wednesday, September 03, 2014 Add Comment
I read a short story from a book “Soulburger – The Taste of Pure Inspiration”. There was a Kaiser asked a lazy man to explore any area as his ability then the area would be given to him. After long time, he could explore the big area, then one day he was dying and nearly death. A man realized that why he had forced his self too hard to have possession the land area for two meters.

From the short story above, we can get more learning on it. We are a creator God and we only live for a short time in this earth, we just live for a while. Maybe for a few seconds, a few minutes, a few hours, a few days, a few months or even a few years longer. This is a mystery and nobody knows how long we will live here. Even a doctor’s prediction about age of patient was wrong.

From the song lyric of Raihan tell that we must remember about five things, 1. Healthy before the illness comes, 2. Young before the old comes, 3. Rich before the poor comes, 4. Wide before the narrow comes, and 5. Life before the death comes. We must do maximum to fill positive for a chance in front of us before loose and regret it. We have a chance not to waste it for bad things, but for the goodness that give advantages for us and other to live in this earth and afterlife.

We live like borrow money for specific purpose. And, it depends on us, how to use it, what for it will be used, and how the way to use it. Whether we will be able to double it as our investment for the future or maybe we will be looses and have more other loan. We live in this earth like a guess or a settled foreigner that must go back to hometown. And, when we go back to hometown, surely we have the savings and investment live there.  It is the same with our life, we were given by God the opportunity to settle a few moments at a time in this earth, we must collect more charity, goodness, and do God commands to us for investment. If we will go back to Him, we have more savings to life in the afterlife.

When we live afterlife, money, position and power that we had will not be useful. We usually force ourselves to reach it and sometime we don’t realize that its are only a pleasure in this earth and will not be lasting. There is no wrong on it, but we must remember there is eternal life after death. God asks us to work and do goodness, never ignore to think for life after death. The successful on earth will be loose after we go back to small land area. But one of the eternal things never loose for our saving afterlife are the charity, the useful knowledge and the prayer of a righteous child.

Bill Stricland, an American people who successful change management of social foundation. He told that “Whether we are appropriate to save million dolars for life, it is not guarantee for prosperous life, but the experience of life is more valuable than it”.
Our purpose is not only for the money, not only for the position and not only for the power. Its must be answered in front of God. The experiences, the lessons, the affection, the goodness and the faith will not be able to be paid by them. Life as the God commands is one of our investment afterlife as a gift of God to us. So just to get small piece of land and for eternal life after death, we forced ourselves to get some things that just a pleasure in this earth. And the other side, we should life with goodness and give benefit to ourselves, to other people and environment without badly, force, destroying and disrupting the lives of others.


by MEYF

DEMI TANAH SELUAS DUA METER

Wednesday, September 03, 2014 Add Comment
Sebuah cerita yang saya baca dari sebuah buku “Soulburger – The Taste of Pure Inspiration”. Ada seorang kaisar memerintahkan kepada seorang pemuda malas untuk menjelajahi daerah seluas apapun yang bisa dia jelajahi, dan nantinya wilayah itu akan diberikan kepada pemuda tersebut. Setelah waktu yang lama dan dia menguasai wilayah yang luas, dan dia pun sedang sekarat dan hampir mati. Sang pemuda menyadari mengapa memaksakan diri begitu keras untuk menguasai tanah seluas dua meter.

Dari sepenggal cerita di atas banyak hal yang dapat kita ambil pelajarannya. Kita sebagai

makhluk Tuhan yang hidup hanya beberapa detik, menit, jam, hari, bulan atau bahkan beberapa tahun lagi di dunia ini. Semua ini adalah misteri dan bahkan tidak ada satupun manusia yang mampu mengetahui berapa lama kita akan hidup di dunia. Bahkan prediksi seorang dokter mengenai usia pasiennya yang terkena sakit keras pun bisa salah. 

Dari syair lagu Raihan, ingat lima perkara yaitu sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati. Kita berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan yang ada di depan mata sebelum semuanya hilang dan sebelum datangnya penyesalan. Kesempatan yang diberikan bukan disia-siakan untuk kehidupan yang tidak baik, namun kebaikanlah yang akan bermanfaat di dunia dan kehidupan sesudah mati kita.

Kita hidup di dunia adalah ibarat kita meminjam uang untuk keperluan hidup. Bagaimana, untuk apa dan seperti apa cara kita memanfaatkan uang tersebut tergantung pada diri kita sendiri. Apakah kita mampu melipat gandakannya sebagai tabungan kita dimasa depan atau malahan kita rugi dan menumpuk sejumlah hutang lainnya. Kita hidup di dunia ibarat tamu yang suatu saat pasti akan pergi dan balik ke tempat asal kita. Dan saat kita berada di daerah asal sudah memiliki bekal untuk hidup di sana. Begitu juga dengan kehidupan kita di dunia adalah seorang tamu atau perantau yang diberi kesempatan untuk menetap beberapa saat saja dan pada suatu saat pasti akan kembali ke tempat asal kita dengan membawa bekal yang telah kita investasi atau tabung saat di dunia.

Saat kita di tempat asal, bukanlah uang, jabatan atau pun kekuasaan yang akan kita bawa. Kita cenderung memaksakan diri untuk menumpuk uang dan mencari jabatan serta kekuasaan, yang tidak lain ini hanyalah kenikmatan dunia semata. Tidak ada yang salah daripadanya, namun kita harus ingat ada kehidupan yang abadi setelah di dunia, yaitu kehidupan setelah mati. Kita di dunia diwajibkan Tuhan untuk berusaha dan bekerja dengan jalan yang baik, namun tidak mengabaikan kehidupan sesudah mati kita. Kehidupan di dunia yang sukses pun semuanya akan hilang setelah kita kembali ke tempat asal kita di wilayah yang seluas dua meter. Namun salah satunya ada tiga hal yang akan menjadi bekal kita sesudah mati yaitu sedekah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh.

Seorang tokoh Amerika Bill Strickland meungkapkan bahwa “Apakah memang pantas kita menumpuk jutaan dolar dalam hidup ini. Uang yang banyak bukanlah jaminan hidup akan  bahagia. Namun pengalaman-pengalaman hiduplah yang bernilai”. 

Bukan uang semata, bukan kekuasaan atau pun jabatan semata yang kita cari, itu semua pun akan dipertanggungjawabkan di depan Tuhan. Tahukah kita bahwa pengalaman, pelajaran, kasih sayang, kebaikan dan kepercayaan yang kita peroleh tidak akan mampu dibayar oleh uang, jabatan dan kekuasaan kita.

Memupuk kebaikan hidup di dunia sesuai perintah Tuhan adalah salah satu bekal kita hidup di akhirat nanti sebagai hadiah dari Tuhan kepada kita. Memupuk kebaikan dengan menjalani hidup yang bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan kita tanpa merusak, memaksa, menghancurkan dan mengganggu kehidupan lainnya. 


by MEYF

~ THE LESSON FROM ANIMATION MOVIE : "RATATOUILLE" ~

Saturday, July 12, 2014 Add Comment
Ratatouille...

Last time, I watched animation movie that gives inspire and motivation. Although I often watch this movie, but I never bored on watching it. This movie was launched in 2007. Its title is Ratatouille. This animation movie is about cooking and Ratatouille is a kind of special food from French.

In this movie tell about story of Remy, rat, it is gift a highly developed sense of taste and, Remy is able to distinguish food which one is good to eat and other not. Remy is able to cook as well. Remy lives with its family on the roof. And, daily Remy always watch idol chef, Gustaeu, when a homeowner watches a cooking shows. Remy has a dream to be a great and famous chef like Gustaeu. One day, when Remy take some food and ingredients there, a homeowner sees him, he tries to catch Remy, but Remy escape then caused leave its family. On the way, Remy tries to take a cook book of Gustaeu, and the end stranded in a large city of France in front of famous restaurant of Gustaeu.

This restaurant was a famous and favourite of people there. Then, one day Anto Ego, an observer food visited  Gustaeu Restaurant. He writes a high negative critical about this restaurant. After Gustaeu died, the reputation's restaurant was a setback.

In this restaurant, Remy starts to develop its skill through Linguini, a garbage boy there, but actually Linguini is a heir of this restaurant that is covered the truth by new manager of restaurant. Friendship between Remy and Linguini gave a positive success, Remy has the chance to develop its skill through Linguini. Remy controls Linguini like a robot through Remy's hair. Because of hard work and learning by doing, Linguini becomes a great chef and make delicious Ratatouille through control of Remy. Anton Ego, an observer food shock and he doesn't believe that Ratatouille is the same with his mom made. More customers come to this restaurant to eat this dish.

In this story, a manager cannot accept that Linguini have a great skill in cooking. One day, when Remy and his colony come to restaurant to take food there, they were caught. And, unfortunately Remy and Linguini live far away. Then government close that restaurant because of the healthy reason. Its is not decent if more rats in a restaurant.

This does not take a long time, friendship between Remy and Linguini make them see again. Anton Ego has great plan to make a new restaurant that will be managed by Linguini and Remy. This icon of new restaurant is rat. There will be built a restaurant and separate between rats and human restaurant.

May we see this movie is like entertainment animation and not in real life, this movie only entertains us with great animation and story. But it has more lesson that we can learn especially from Remy. This is not mean that we act like rat, but we learn from Remy's attitude, view and effort to pursuit dream.  This animation movie teach us about bravery, teamwork and self-confidence.

The bravery of Remy to pursuit dream to be a great chef. Remy is only rat, but it has big ambition to develop its skill. Although Remy has separated left with its parents, although Remy is only a rat of disgusting animal, but Remy is able to prove and develop its skill to pursuit dream. So whatever our condition, wherever we come from, whatever we look like, and whatever our background, but we certainly have unexpected skills that we can develop it. And, the bravery can make our dream come true.

In a team, whatever our condition that we face, bad or good things that we have, bad or good things that we meet, we cannot make a great team that can find a solution without good teamwork and positive mind. The weakness will be covered by strength of team members. So everything will be done perfectly.

The other lesson that we can learn from this movie is self-confidence. Never fear about our condition, performance and attitude or our character that other cannot accept or not like it. But we must be brave and confidence and believe that we have the excellence skills, we are able to do good things for success, and we are able to do what other cannot do.


The important thing is Remy has a dream and clear purpose to be great chef. Whatever obstacle will occur, Remy views it with bravery, confidence and positive. Don't let anyone define our limits because of where we come from. But only limit is our soul. (except Allah says something to happen).


by MEYF
^_^