BUKU

Thursday, May 01, 2014 Add Comment

  
Tanggal 23 April kemarin adalah hari buku sedunia. Siapa yang ga kenal buku, mulai dari kecil kita sudah dikenalkan dengan yang namanya buku. Dalam hal ini adalah buku bacaan berisi tulisan-tulisan yang memiliki makna dan berisi informasi serta ilmu yang dapat mengubah cara pandang dan cara berpikir setelah membacanya. Membaca buku tidak hanya sekedar membaca, namun juga perlu dipahami maknanya. Banyak jenis buku yang dapat kita baca dan kita pelajari. Buku pun tersedia untuk semua usia mulai dari balita hingga dewasa. Adapun jenis buku yaitu buku gambar, buku pelajaran, buku agama, buku umum, buku fiksi, buku pengembangan diri dan berbagai jenis buku lainnya. 

Buku terlahir karena adanya ide dari orang hebat yang menurut mereka ide tersebut perlu untuk dibagikan dengan lainnya. Mereka memulai membuat tulisan-tulisan yang berisi informasi penting, ilmu, pengalaman berharga atau pun berbagai ide yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Buku adalah jendela ilmu, begitulah yang sering kita ketahui. Buku dapat mengubah cara pandang dan berpikir kita terhadap suatu hal yang baru. Buku dapat menambah wawasan kita dari yang tahu menjadi tidak tahu. 


Dulu saya membenci yang namanya buku, menurut saya buku hanyalah obat tidur karena selalu mengantuk dan membosankan setiap membaca buku. Namun sekarang buku adalah sesuatu yang sangat berharga, jika saya memilih antara membeli buku atau membeli fashion, saya akan lebih memilih membeli buku. Bahkan dengan buku pun mampu mengembangkan ide-ide yang berguna untuk fashion tentu buku yang dibeli adalah yang berkaitan dengannya.


Buku adalah jendela dunia, dapat memperkaya ilmu dan mengantarkan kita pada kesuksesan. Dalam kehidupan sosial dengan buku pun kita bisa menambah pertemanan setelah membacanya kita mampu mendiskusikan ide-ide tersebut dengan teman sehingga menghasilkan sebuah topik obrolan yang positif bahkan mungkin akan menghasilkan sebuah ide baru dan tulisan dari diskusi tersebut. Jangan pernah abaikan keberadaan buku.

Buku adalah sahabat dan guru paling setia yang memberikan ide, ilmu bahkan nasehat penting yang baik untuk kita lakukan. Kemanapun kita buku akan selalu mendampingi. Saya sangat hobi mengoleksi buku-buku mulai dari buku sekolah , majalah, buku agama, buku ilmu pengetahuan, buku favorit yaitu buku pengembangan diri dan manajemen, buku bisnis, buku keterampilan dan kerajinan tangan hingga buku resep makanan, serta komik, novel dan semua jenis buku yang menurut saya sangat bermanfaat dan memberikan informasi bermanfaat bagi saya. Berawal dari ingin tahu, suka, cinta dan terbiasa mengoleksi dan membaca buku.


Membaca buku adalah hal terpenting untuk menguasai ilmu pengetahuan, mengetahui dunia dan bagaimana mencapai kebahagiaan di akhirat.
Ayo budayakan membaca buku dan tidak tertutup kemungkinan kita pun mampu menghasilkan tulisan-tulisan dan buku yang bermanfaat untuk orang lain...
Saling berbagi dalam kebaikan untuk memperkaya ilmu, memperbanyak dan menjaga persahabatan, serta meraih kesuksesan...









If we read a good book..:
Book makes we think
Book opens our mind
Book is the most loyal friend
Book is the most patience teacher
Book makes our mind rich with knowledge
Book makes we are free
Book makes we are able to share with other
Book makes people be famous
Book makes people do goodness
Book makes people be brilliant and intelligent
Book is not only have but it must be used for goodness..
A book gives million knowledge
A book gives more than one dream

^_^
by Meyfitri

WHAT WILL YOU CHOOSE BETWEEN GRADE AND KNOWLEDGE ?

Saturday, April 19, 2014 Add Comment

Last time, I have written about “Purposing for Study at School”. And, this article continue it.  Let's enjoy and I am sure you have more opinion about this. Please share with us in comments.

A student is a person who gets formal  study at school. In Indonesia, compulsory education is 12 years from elementary school until Senior High School. We must study about six years old until 18 years old. Then, we can choose we want to continue or not to next level such as diploma, bachelor degree, master degree or doctoral degree. As we know, nowadays specially in job field in our country, bachelor degree level is look like senior high school level, it's not look like higher level in education. So it means we must have minimum education at bachelor degree. I quote from psychologists that “About 17-25 years old is golden age because in this age determine people character to the next. If they fill with positive life and act, be creative, be discipline, be honest, then they will be a great person in individual and social”.

I have studied for five years old at kindergarten until I graduated at master degree. If I am back to the last time, I had more experience, I had more spirit also, I ever felt boring being a student. I think all people feel like me as well. When I was a child about 5-13 years old, I need more time to play with my friends, no need to study, even I gave more reason to mom to not study at home or school. When my mom ask me to repeat my lesson at home, I told to mom that i got headache, I feel sleepy, I got fever, and more reason to ignore it, but I was so lucky I had my parents that never forced me to study...study...and study. They just gave advice and guide me to realize ii, ask me to not wasting time and explained to me how important study are. And, finally I realize it, I can change my bad habit because of family, environment and add of age and also encourage of me, I can change my mind to ignore and refuse everything that disturbs my study.

The system and administration of formal education in my country determine grade or rank in a class or school as benchmark for intelligent or not. If students get high grade, they are as intelligent's students, and if not they are not intelligent. This system forces to study more subject at that time, we should learn all subject social or technology subject. This run about 12 years of education, then we can choose as we want and we need in the next level of education. This causes students overwhelmed and even teacher as well. As a result difficult to achieve learning targets and eventually arises jealousy, envy, dissatisfaction, prestige and unhealthy competition between students and between teachers. Besides that, it has positive side that this system support students to be pioneer in a class, force them to achieve high grade. There occur competition to get achieved high grade. For good students will use optimum their time. This train themselves to be discipline and able to using their chance to goodness. But for other students will not use their own ability, they do cheating and lie when they get homework and test. They copy paste their friend and never use their own mind because they think they should get high grade. This make them un confidence and may they will do fraud to the next in their life.


For me grade and rank is not  main purpose in school, but have science and knowledge are important. This is caused by system and administration of education, students will assume grade is everything, they try to get high grade in a class, sometime because their ambition they don't think to remember their lesson for a long time, after they get high grade, they feel satisfied and its enough for them. They don't care if it makes them forget their lesson. They don't care how to apply it and they don't care what benefits for that lesson to the future. The important thing for students are not grade or rank at class. Grade can be bought, it can be stolen and it can be lied. But science and knowledge are not. It growths and lives in ourselves and our mind. It depends on us that we are able to apply, share or use it later or not. The important things for students are able to make themselves have high education, have good knowledge, good attitude, polite and respect in the spoken word. A student able to change mind being systematic, creative, intelligent and use chance for goodness. 
Nowadays, more intelligent people, but they don't have good attitude, arrogant, envy and unrespect with other. They cannot apply their knowledge to give benefit for other. They rare feel thank about what they get. If they realize they have education and they have different mind set and they know which one is better and not.  We are as student should have responsibility and confidence to bring ourselves to goodness. We are as student have purposing to get knowledge and not only grade, if we have knowledge or education at school so high grade and goodness as well will follow us.

As we know that education is not only at school, we can get at home and our environment. Lets we change our mind that study at formal education is not to get high grade but to get high knowledge and science then high grade will follow it.

 "The high grade is the gift for an educated student."

“He paved the way in search of knowledge Allah will make easy for him the way to heaven.” (HR. Muslim)

Hope we will be educated people and able to share goodness to our environment.

Enjoy my blog...
www.jam-statistic.blogspot.com and www.mellyeyf.blogspot.com
and join my pages in Facebook..."jam math" discuss about math and math puzzle or riddle..
^_^

PILIH ILMU ATAU NILAI ?????

Saturday, April 12, 2014 Add Comment

Sebelumnya saya sudah pernah posting mengenai apa tujuan belajar di sekolah (see this Coba Pikirkan Lagi...!!! Apasih Sekolah / Kuliah ???). Artikel berikut adalah kelanjutan dari cerita tesebut. Pelajar adalah orang yang mengikuti pendidikan secara formal. Di Indonesia wajib belajar adalah hingga 12 tahun yaitu dimulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yaitu rata-rata usia 6 tahun hingga 18 tahun. Namun sekarang sebagai sarjana pun sudah dianggap setara dengan sekolah mengah atas dimasa lalu.  

Menurut pakar psikologi yang saya kutip dari sebuah artikel bahwa “Usia 17-25 tahun adalah usia emas dimana pada usia ini yang menentukan bagaimana karakter seseorang di masa mendatang, bila diisi dengan kegiatan positif, kreatif, disiplin, jujur maka kedepan akan dapat menjadikan manusia yang handal secara individu dan sosial.”

Saya mulai bersekolah sejak usia 5 tahun, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga S2. Mungkin kalau saya balik kebelakang ada masa-masa penuh semangat, sulit atau pun jenuh menjadi seorang pelajar. Pengalaman saya diusia 5 – 13 tahun adalah usia dimana saya sangat membutuhkan yang namanya bermain, bahkan hingga mengganggu kegiatan belajar. Berbagai alasan yang saya lontarkan saat orangtua menyarankan untuk mengulangi pelajaran di rumah. Beruntungnya orang tua tidak memaksa untuk selalu belajar..belajar dan belajar. Mereka hanya memberikan nasehat dan kesadaran pada anak-anaknya agar menghargai waktu untuk belajar. Namun akhirnya karena lingkungan, keluarga, bertambahnya usia, dan motivasi dari dalam diri saya sendiri, hingga mampu merubah pola pikir untuk merubah kebiasaan yang mengganggu kegiatan belajar.

Di Indonesia khususnya, karena sistem dan administrasi pendidikan yang diterapkan, saat kita mengikuti kegiatan belajar formal ada hal yang menjadi tolak ukur seorang pelajar dikatakan pandai atau tidak, mengikuti proses belajar dengan baik atau tidak, memiliki kecerdasan yang baik atau tidak, yaitu dilihat dari hasil belajar berupa nilai atau ranking. Pelajar yang memperoleh nilai tertinggi maka disebut sebagai pelajar yang pandai dan berdedikasi tinggi, sedangkan pelajar yang memperoleh nilai rendah adalah kebalikannya. Sistem pendidikan yang memaksa mempelajari materi yang dalam jumlah banyak menyebabkan pelajar kewalahan, bukan hanya pelajar, pengajar pun kewalahan dalam proses belajar mengajar. Akibatnya sulit tecapai target pembelajaran dan akhirnya timbullah sifat iri, dengki, tidak puas, gengsi dan persaingan tidak sehat antara pelajar ataupun antar pengajar.

Selain itu, prinsip seperti ini juga mampu mendorong pelajar yang ingin menjadi pionir di sekolah agar selalu giat dan rajin demi mendapatkan nilai yang tinggi. Sehingga terjadi persaingan dalam lingkungan pelajar demi mengejar nilai yang tinggi. Ada sisi positif dan ada sisi negatifnya yang dapat kita ambil dari persaingan belajar tersebut. Dari sisi positif, seorang pelajar yang jujur dan beriman yang ingin memperoleh hasil belajar yang baik, tentu akan memanfaatkan semaksimal mungkin waktu belajarnya dan berusaha mendisiplinkan dirinya untuk menggunakan waktu dengan seaik-baiknya. Hal inijuga melatih dirinya agar menjadi orang yang berdisiplin dan mampu memanfaatkan setiap kesempatan dalam hal kebaikan.

Namun bagi pelajar yang tidak jujur dan tidak percaya diri akan kemampuannya dapat melakukan kecurangan dan kebohongan terutama saat diadakannya tes di sekolah. Mereka melakukan kecurangan dengan mencontek, saat diberikan tugas pun melakukan copy paste hasil kerja temannya dan bukan menggunakan hasil pola pikirnya sendiri. Hal ini menjadikan pelajar tersebut sebagai orang yang picik dan tidak percaya diri bahkan akan ada kemungkinan melakukan kecurangan dalam kehidupan dikemudian harinya.

Seorang pelajar bersekolah memiliki tujuan hanya mengejar nilai bukan memperoleh ilmu, namun tidak mengingat atau pun mengambil hikmah dari apa yang dia pelajarinya. Baginya nilai adalah segalanya, sehingga tak jarang banyak pelajar yang tidak mengingat dengan baik apa yang sudah dipelajarinya. Mereka sudah puas jika memperoleh nilai tinggi, namun mereka tidak peduli apakah mereka mampu menerapkannya tersebut dikemudian hari atau tidak.

Sebenarnya, hal terpenting dari seorang pelajar adalah bukan untuk memperoleh nilai. Nilai dapat dibeli, nilai dapat dicuri dan nilai dapat dibohongi. Namun, ilmu tidak dapat dibohongi, ilmu tertanam dalam diri kita yang nantinya tergantung pada kita apakah mampu mengeksplorasinya atau tidak. 

Hal terpenting dari seorang pelajar adalah mampu menjadikan dirinya sebagai orang yang berdedikasi tinggi, orang yang berilmu, berpendidikan baik, berperilaku baik, sopan dan menghargai orang lain baik dalam hal bertutur kata atau pun bertindak. Seorang pelajar menghormati pengajarnya dan mampu menerima ilmu yang disampaikan oleh pengajar kepadanya. Karena tidak jarang kita temui pelajar yang sombong dan tidak menghormati pengajarnya. Seorang pelajar mampu mengubah pola pikir mereka menjadi orang yang sistematis, kreatif, cerdas, dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan demi kebaikan. 
Banyak kita temui, orang yang pintar namun tidak memiliki attitude, sombong, iri dan tidak menghormati orang lain. Banyak orang pintar namun tidak mampu untuk menerapkan kepintarannya yang memberikan manfaat kepada orang lain.

Disisi lain banyak orang yang baik dalam hal sikap dan berprilaku, namun kurang dalam hal pendidikan. Jika kita hayati, seharusnya orang yang pintar mampu menguasai dirinya dan kepintarannya agar berprilaku baik dan berdedikasi tinggi guna kepentingan dirinya sendiri dan orang lain. Alangkah baiknya jika kita yang sudah mendapatkan kesempatan untuk mengenyam dunia pendidikan selain memperoleh ilmu pengetahuan juga mampu menerapkan ilmu kebaikan dan akhlak kepada lingkungan kita.

Kita sebagai seorang pelajar adalah orang yang memiliki tanggung jawab dan percaya diri yang tinggi untuk membawakan dirinya kepada hal-hal kebaikan. Kita sebagai seorang pelajar memiliki tujuan bersekolah untuk memperoleh ilmu bukan untuk memperoleh nilai, jika kita sudah berilmu maka nilai tinggi pun akan kita raih dan kita peroleh. Jika kita sudah berilmu maka kebaikan pun akan selalu menyertai kita. Dan ilmu tidak hanya disekolah namun dikehidupan sehari-hari pun dapat kita peroleh. Ayoo robah pola pikir kita..bahwa nilai bukan tujuan sebagai pelajar, namun ilmulah tujuan sebagai pelajar. Nilai yang tinggi adalah hadiah dari seorang pelajar yang berilmu.

HR Bukhari Muslim : “Barang siapa merintis jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginy jalan ke syurga.”  

Semoga kita menjadi orang yang berilmu yang memberikan kebaikan baik pada diri sendiri atau pun pada orang lain. 

Enjoy my blog...
www.jam-statistic.blogspot.com and www.mellyeyf.blogspot.com
and join my pages in Facebook..."jam math" discuss about math and math puzzle or riddle..
^_^

Mohon maaf jika penempatan kata-katany tidak pada semestinya...
Komentar Anda adalah kebaikan bagi saya...

THE TOURIST PLACE IN BUKITTINGGI

Wednesday, April 09, 2014 Add Comment

Now I invite you to know my lovely hometown Bukittinggi. Indonesia has 34 provinces and there are five big islands: Sumatera, Kalimantan, Java, Sulawesi and Irian (Papua).  In the west side is Sumatera Island and here is my province, West Sumatera. Padang is capital city of west Sumatera. This island is around by hills, mountain and valley. More forest growth on this island. All citizens are moslem in here and we are called as Minang people. Padang and Bukittinggi were distance about 89,7 km. We will face more beautiful view in the journey. Hiils, waterfall, valley and forest and sometime monkey hang on around there. It needs about two into three hours from Padang to Bukittinggi. 

Bukittinggi is known as twin city with Seremban city, Malaysia. There are more Minang people also because Minang people prefer to migrate to another province for challenge their life.  Bung Hatta was Indonesian first vice-president was born in Bukittinggi. In June 1948 until December 1949, Bukittinggi was designated as the capital of the emergency government of the Republic of Indonesia after Yogyakarta fell into Dutch.  

Bukittinggi is well known as tourist town and more tourist from other country come here to visit my lovely hometown. Let me introduce the tourist town in Bukittinggi :

1. Jam Gadang

It is known as zero point of Bukittinggi city, the central of Bukittinggi. It was built at 1926 by Yazid Sutan Gigi Ameh. Jam Gadang is a clock tower with a height of 26 m and a baseline measure approximately 13 m x4 m. It has four clocks with diameter 80 cm for each clock, and clock are located at the top of the tower. The clocks were imported directly from Rotterdam, Netherlands when Dutch colonialism in Indonesia and the engine is mechanically, it was produced by the engine that was made only two units in the world, it were namely the Jam Gadang and Big Ben in London, England. The legend said that the cost to build it is about 3000 Gulden.  The top of Jam Gadang, first time it looks like circle and there is a statue of a rooster. When Japan occupied Bukittinggi, they changed into a temple top. After independence, it changed in to form of top Minangkabau house (Rumah Gadang).

(for more information, pleae visit Jam Gadang)

2. Kebun Binatang Kinantan dan Taman Bundo Kanduang 

Near from Jam Gadang, we can visit Kebun Binatang Kinantan and Taman Bundo Kanduang. Kebun Binatag Kinantan is zoo that has more save animals live here, such as camel and elephants from middle east country, monkeys, apes, gorillas, tiger, lions, snakes, birds, etc. Taman Bundo Kanduang is beautiful garden, in the middle is traditional house of Minangkabau, Rumah Gadang. Cost for building this place was about 800 Gulden in Dutch Colonial.

3. Fort De Kock
The first time it was called as Stherrescant fortress. This fortress was built by Dutch colonial in 1825 while it was Paderi war in Minangkabau. It has 20 m height and four small cannon for warfare at each corner. It is white building and now this place for tourist specially, more sport game such as flying fox and trampoline for outbound. This place is so green with grass and it has fresh and cool weather.  




4. Jembatan Limpapeh
This is a bridge that is connecting the Kinantan Zoo and Fort de Kock. This bridge is above of Ahmad Yani Street and Kampung China (a small town are almost people live here are Chinese). In the middle of  bridge is a building like Minangkabau traditional house.




5. Lobang Jepang
This is a relic of history from Japan colony. It was built in 1942 useful for Japan defense in Second World War. It has 1,4 km hole length and 2 m hole width. It is so dark, but when you want to enter here,  you will give lamps or flashlight. At there more room, torture room, weapons room, and room for cooking. It has more gateway that spread in Bukittinggi city, such as in Taman Panorama, Ngarai Sianok and Tria Arga (Bung Hatta palace).


6. Taman Panorama
It is a garden with beautiful panorama. It location is at Panorama Street and near from Jam Gadang as well. We can see Sianok Canon and river from here. This place is connecting with Lobang Jepang. In front of Panorama we can visit Tri Daya Ekadarma Museum.





7. Tri Daya Ekadarma Museum
It is a museum that shows equipment of war and photos of our hero while against colony. In front of building we can see a plane statue. It location is Panorama Street in front of PDAM office.





8. Istana Bung Hatta (Tri Arga)
It is the Bung Hatta palace, but it is not like palace, we just call it as palace. More event or celebration are held here, such as traditional dance, Saluang, and more traditional art of Minangkabau.





9. Bung Hatta House Birth
It is a home birth of Bung Hatta our first vice-president. It is near from traditional market in Bukittingi. In the room we can find more historical heritage about Bung Hatta, photos, hansom, room, and many more classic equipment. 





10. Janjang Ampek Puluah
It is  a stage that has 40 steps so that why its name is Janjang Ampek Puluah means forty stage. This stage is connecting between traditional market (Pasar Bawah) and tourist market (Pasar Atas).  Along the way of stage, we can find more beautiful painting and souvenir.







11. Ngarai Sianok
Its is a tourist place in central of Bukittinggi city. The beautiful view and river here. It is a canyon that has 200 m width and 15 km length and 100 m hight. Around of canyon are high edge and near from here we can visit Janjang Saribu.




12. Janjang Saribu
It is stage that has almost thousand step so that why its name is Janjang Saribu it means thousand stages. This is natural place and we can see monkeys hang on around here. The first time this place used for people around here to bring water from river. And, now this place is suitable for camping.


13. Pasar Atas and Pasar Bawah
This is famous market in Bukittinggi. The Pasar Atas mean The Above Market, because it location are above than Pasar Bawah. This market sells more things such as clothes, shoes,  and beautiful traditional Minangkabau souvenir. We can see Jam Gadan from here. And, Pasar Bawah means The Below Market. And, Pasar Bawah is traditional market for daily needs. Besides Janjang Ampek Puluah, there are Pasar Lereng to connecting Pasar Bawah and Pasar Atas. 

14. Pasar Aur Kuning.
This is a market and big grocery in Bukittinggi. More tourist come here to buy clothes, shoes and other souvenir.

15. Puncak Lawang.
It is a top of Bukittinggi. People said that this place is the highest place. We can see beautiful view and if we look in below, we can see Maninjau lake. Here is more outbound game like flying fox and trampoline. This place is suit for camping. This location is about 28 km and it needs 30-50 minute from Bukittinggi. More plants growth here. And, we can feel fresh and cool air.

16. The Great Wall of Koto Gadang.
It location is near in Ngarai Sianok and Janjang Saribu. It imitate a great wall of China. It was built on 2013. We can see beautiful view from here, Ngarai Sianok and Janjang Saribu. 



17. Bukit Takuruang 

It means like a caged hill because it only one hill in the middle and there are trees on top. There are caferesto and cottages with beautiful and natural view.

That some of tourist place in my hometown. And, if you want to visit and enjoy this place you need a week to stay here. And next time I ll share about tourist place in other city in my province.

IS APPROPRIATE A SENIORITY IN AN ORGANIZATION ???

Tuesday, April 08, 2014 2 Comments


This article is about condition that usual we face in our environment specially in work field. Whatever our job, we will face it. I started to work in office since eight semesters in bachelor degree. And, my job field was so different with my subject mathematic at bachelor degree. I chose human resources, I handle about salary (payroll), recruitment and compensation&benefit employee. Many things I got from working in office. After I married, I change my job from working in company become a lecturer. I still face about human resources, I teach, train and invite students in diploma or bachelor degree to get more knowledge and use their mind in education field for preparing themselves to be employee.

Work environment is not only inside the company, but also outside the company that always cooperate or related with our company. What did you feel when you enter a new company? How did you get adapt with them? Did they accept you or did they treat you to know that you are feasible or not at there.

Sometime, some company need change their condition by recruiting new people who have new thinking and more innovative than now. But, here occur egotism. In other words, egotism change from old culture into new culture. In this topic we call old people were as senior and new people are as junior. Senior though they must be imitated and not need to be changed because they thought they success and great in their job. And, they force junior to follow them.
Sometime senior feel greater than junior because they have more experience. It is not necessarily, the times always change, the mindset always changing for the better and smarter than before. There are improvements from old condition to new condition. Although junior is younger than senior in age and experiences.

Usually, junior has high motivation and hard thinking to face and do job because they are new in that field and still curious about job and environment. If they are not placed in the right position, they will be influenced by old condition that cannot think forward.

Have you faced this condition that senior feel afraid when junior are in their environment? May they think they will be moved by junior. This may wrong, junior will ask senior to cooperate to pursue company vision that can give goodness and benefit for company and all employee.

More reason why senior are afraid if their company recruit new employee as junior, especially about salary and position or level of job. For example, the past, when senior still new in that company had salary A, but now not like that, new employee get salary more than A. This will make senior feel jealous. This is not fair if they compare past with present because economic factors in past is different from present. And, it is the same as position, last time senior might start from zero to reach current position, but nowadays junior can get chance to get their current position without start from zero. In here appear jealous and may make senior feel not confidence to compete or cooperate with their junior.

This condition like proverb “Like a frog inside a coconut shell”. They feel great in their environment, but they don't know that people outside are greater than them. They feel great in old condition and force new condition to follow them.

We can face this condition  in organization. We will worry if this condition became habit and it will be going down to the next generation. Senior is as old employee should guide junior as new employee that will continue their job to the next period. And, junior should respect to their senior. It will be positive things for senior because indirectly junior will promote them and it will be value added them as well. Then, senior will get spirit and motivation and also junior will encourage to do their job.

In exactly we can change our mindset to be positive, senior is not the right one that we always follow, but senior is as expert employee because they work is as their routine. And, junior is new people who don't know more about their environment work, but they want to learn it, junior is smart employee who has been selected by company and will be expert in their job. Junior is an employee who needs to guide and junior is not competitor that will fall down senior. And, of course if senior and junior cooperate each other will have great teamwork and pleasant environment. And, high productivity will easy to get.

And how about you...Are you agree with this???
Please comment here,,,ur comment will improve our mind...
Thank you vising my article..
^_^

PANTASKAN ADANYA SENIORITAS vs JUNIORITAS

Tuesday, April 08, 2014 Add Comment


Artikel berikut saya tulis adalah hal yang biasa kita temukan dalam lingkungan terutama dalam lingkungan kerja. Apapun pekerjaan yang kita jalani dalam suatu organisasi pasti mengalami hal ini. Saya mulai bekerja semenjak kuliah di semester 8 dan anehya bidang pekerjaan saya bertolak belakang dengan bidang yang saya pelajari.  Saya memilih bidang sumber daya manusia di lingkungan perusahaan baik masalah penggajian, penerimaan karyawan atau pun tunjangan-tunjangan karyawan yang diberikan oleh perusahaan. Banyak hal yang saya peroleh dari lingkungan pekerjaan. Setelah saya menikah saya beralih profesi menjadi pengajar yang tidak lain juga berhubungan dengan sumber daya manusia dalam melatih dan mengajak mahasiswa untuk menambah wawasan dan menggunakan daya pikirnya dalam dunia pendidikan untuk mempersiapkan diri mereka berkecimpung dalam dunia kerja.

Lingkungan kerja tidak hanya berada dalam perusahaan kita bekerja, namun juga berasal dari luar perusahaan yang selalu berhubungan dengan perusahaan tempat kita bekerja. Apa yang Anda rasakan saat Anda memasuki dunia kerja yang baru? Bagaimanakah anda beradaptasi dengan mereka? Apakah mereka menerima Anda sepenuhnya ataukah menguji Anda layak atau tidak diterima di perusahaan tersebut?

Kadang suatu perusahaan perlu perubahan dengan merekruit orang-orang baru yang memiliki pemikiran baru dan lebih inovatif dibandingkan yang sudah berjalan. Namun, disini terjadi keegoisan. Dalam artian egois budaya lama yang tidak mau dirubah dengan budaya baru. Bagi sebagian mereka orang lama adalah senior yang patut ditiru dan tidak perlu dirubah. Bagi mereka orang yang baru adalah junior yang harus mengikuti jejak senior yang menurut mereka sudah sukses dan hebat.

Kadang orang lama (senior) merasa lebih hebat karena memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan orang baru (junior). Padahal belum tentu demikian, zaman selalu berubah, daya pikir orang pun selalu berubah menjadi lebih baik dan pintar dari pada sebelumnya. Dimana adanya perbaikan dari hal-hal lama kepada hal-hal baru, walaupun junior lebih muda dari pada senior baik dalam hal usia ataupun pengalaman kerja.

Boleh dibilang kondisi ini adalah “Bagai katak dalam tempurung”. Merasa hebat dalam lingkungan dan kondisinya dan dia tidak menyadari bahwa diluar banyak orang yang jauh lebih hebat daripadanya. Merasa hebat pada kondisi lama dan memaksakan kondisi baru untuk mengikutinya.

Junior terutama yang baru mengenyam dunia kerja biasanya memiliki motivasi yang tinggi dan daya pikir yang masih segar dan bersih untuk menghadapi dan melakukan pekerjaan. Namun jika mereka tidak ditempatkan pada tempat yang tepat, mereka dapat terpengaruh oleh kondisi lama yang tidak mau berpikir maju ke depan.

Pernahkan Anda bertemu kondisi dimana adanya ketakutan bagi senior sebagai pelaku kondisi lama akan digeser oleh junior sebagai pelaku kondisi baru, padahal belum tentu junior akan menggeser hal tersebut. Mungkin saja mereka akan mengajak seniornya untuk bekerjasama dalam mencapai visi perusahaan ke depannya yang nantinya juga akan memberikan kebaikan pada perusahaan dan tentu kita sebagai karyawannya.

Banyak alasan yang menyebabkan ketakutan senior akan kehadiran junior dalam lingkungannya terutama dalam masalah salary dan posisi. Sebagai contoh, kondisi lampau saat mereka sebagai junior memiliki salary sebesar A namun sekarang junior memiliki salary lebih dari A, hal ini tentu tidak dapat dibandingkan karena faktor ekonomi dimasa lampau berbeda dengan sekarang. Dan begitu juga untuk posisi, dahulunya mereka harus merangkak dari nol untuk mencapai posisi saat ini, namun saat ini junior mereka tidak semuanya menjalani hal tersebut bahkan langsung dapat menduduki posisi setara mereka. Disini timbul rasa iri dan tidak percaya diri senior yang mungkin sudah tidak mampu bersaing dengan para juniornya.

Kondisi ini dahulunya banyak kita temui dalam organisasi. Dikhawatirtkan jika sudah membudaya dalam organisasi tersebut yang akan turun temurun ke generasi berikutnya. Namun diluar negeri dan di kota besar sudah mulai berkurang dan bahkan tidak ada kondisi seperti ini, karena mindset mereka yang jauh lebih maju. 

Senior sebagai karyawan lama hendaknya membimbing dan mengarahkan dengan tepat juniornya layaknya sebagai karyawan baru yang akan meneruskan pekerjaan mereka dikemudian hari. Hal ini juga akan menjadi positif bagi senior, karena junior pun akan merasa dihargai dan secara tidak langsung akan mempromosikan seniornya kepada lingkungan kerjanya sebagai karyawan yang mampu untuk memberikan kinerja yang baik bagi perusahaan. Sehingga senior akan termotivasi dan junior pun akan bersemangat dalam bekerja.

Senior bukanlah sesuatu yang selalu benar dan harus diikuti, namun senior adalah sebagai orang yang ahli dalam pekerjaan karena sudah terbiasa melakukan pekerjaannya. Dan suatu saat pekerjaannya pun perlu pembaharuan sesuai kondisi saat ini. Junior bukanlah sebagai orang yang tidak mampu mengenali lingkungan kerjanya, namun junior adalah orang yang pintar yang akan menjadi ahli dalam pekerjaannya dikemudian hari. Junior adalah orang yang membutuhkan bimbingan dan arahan dan bukan sebagai pesaing.


Lebih tepatnya jika kita rubah kepada hal positif, tidak wajar jika saat ini masih ada kondisi senioritas vs junioritas. Namun kondisi dimana adanya kerjasama orang yang ahli dengan orang yang non ahli namun pintar dan akan menjadi ahli dikemudian harinya.

^_^