Breaking News
Loading...
Monday, 15 September 2014

Info Post
Setiap manusia diciptakan memiliki kelebihan yaitu akal dan hati. Kelebihan ini tidak dimiliki oleh makhluk lainnya, beruntunglah kita bisa memanfaatkan keduanya dalam kondisi yang tepat. Menjalani hidup yang selalu berinteraksi dengan orang lain adalah salah satu kebutuhan yang sukar untuk dihindari. Setiap hari kita bertukar pikiran dan sharing mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan. Ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain dan bahkan menemui kondisi yang tidak sejalan dengan kondisi kita saat itu. Nah..dalam hal ini akal dan hati sangat dibutuhkan untuk menjaga dan mengontrol emosional yang timbul.
Dalam kehidupan kita pasti tidak akan terpisahkan dari hal yang namanya berdebat. Satu kata yang mungkin terasa keras dan biasanya ditemukan dikalangan akademisi atau pun pejabat yang sering kita lihat di televisi. Namun kenyataannya kita sering melakukan perdebatan dengan topik yang berbeda-beda, baik dengan keluarga, teman sejawat atau pun kolega kerja kita. Mulai dari topik yang ringan mengenai pengalaman hingga topik yang terlalu berat mengenai dunia dan segala macam masalahnya.

Kadang dalam perdebatan kita menemui adanya emosi yang timbul akibat tujuan dari perdebatan yang salah, yaitu bukan mencari solusi namun mencari siapa yang kalah dan siapa yang menang. Emosi juga timbul karena keegoisan untuk menuntut dan memaksa orang lain mengikuti kata hati kita yang belum tentu itu benar. Kadang emosi timbul karena gengsi yang menganggap diri kita lebih hebat dari lainnya, sehingga timbul rasa tidak menghargai pendapat orang lain. Bukankah hal ini sangat tidak baik jika dibiarkan berkembang dalam diri kita dan tentu akan muncul perselisihan atau keretakan hubungan kita dengan orang lain.

Saya berpendapat bahwa perdebatan dengan orang lain bukanlah mengumbar bahwa saya orang hebat, atau saya lebih tahu dari Anda, atau saya adalah orang yang harus Anda hormati. Namun perdebatan adalah suatu cara membantu kita untuk bisa bertukar pikiran dengan orang lain yang mungkin mereka lebih banyak mengetahui informasi daripada kita. Dan akhir dari perdebatan bukanlah menang atau kalah, namun solusi atau informasi tambahan penting yang kita peroleh dari orang lain yang dapat kita kombinasikan dengan informasi yang kita miliki, sehingga nantinya bermanfaat bagi orang banyak. Bukankah kita akan dihormati jika kita sudah menghormati orang lain, begitu juga halnya dalam perdebatan, jika kita menginginkan pendapat kita dihormati orang lain, maka hormati dan hargailah pendapat orang lain tanpa ada egois dan meremehkannya.

Saat berdebat pun kita juga perlu perhatikan dengan siapa kita berdebat, baik mengenai watak, latar belakang atau pun pendidikan mereka. Melalui hal ini kita mampu memahami mereka dan mengerti bagaimana mensiasati perdebatan. Waktu dan kondisi perdebatan pun harus kita perhatikan. Berdebat dalam forum/resmi sebaiknya dilakukan dengan cara yang elegan tanpa adanya emosi bak adu jotos, kita gunakan logika, hati  dan pendapat-pendapat yang profesional. Tidak baik menggunakan kata-kata yang menyerang seperti “Anda salah besar!” atau “Anda tidak paham dengan apa yang kita bicarakan” atau pun kata yang menjengkelkan orang lain saat berdebat. Berdebatlah dengan argumen yang cerdas dan bukan adu jotos, setidaknya cara berbicara kita akan menunjukkan siapa diri kita secara keseluruhan dari kecerdasan, emosional dan mentalitas.

Saat saya kerja di sebuah perusahaan dan ada perdebatan dalam rapat yang kadang tidak membuahkan hasil yang baik. Dan saya sering mendengar kata “Sing Waras Ngalah” artinya orang yang waras dan berpikiran logis silahkan mengalah. Dalam perdebatan, mengalah bukan berarti mencari siapa pemenang dan siapa yang kalah, namun dengan mengalah menunjukkan sikap kedewasaan dalam menerima pendapat orang lain, walaupun kita tahu bahwa pendapat mereka salah, namun bukankah kebenaran itu pasti terungkap. Jadi membiarkan orang lain memenangkan pendapatnya berarti kita sudah menjadi orang yang berjiwa besar dan berhati sebagai pemenang bagi orang lain. Bukankah orang kaya adalah orang yang mampu mengkayakan orang lain. Karena mereka lebih dahulu memiliki apa yang belum dimiliki orang tersebut.

Namun, bagi saya kadang memberikan ketegasan dalam hal perdebatan adalah wajar, jika menemukan orang yang tidak mampu introspeksi diri mengenai keegoisannya dalam berdebat. Karena hal ini bukan untuk menjatuhkannya didepan umum namun untuk mengingatkannya bahwa orang pun tidak menyukai cara berdebatnya. Tetap introspeksi diri, mengenali watak orang yang kita ajak berdebat dan menguasai bidang perdebatan adalah kunci agar perdebatan bisa berjalan dengan baik dan memberikan solusi yang tepat.

So...mulai sekarang ada baiknya kita mengoreksi diri kita sebelum kita berdebat dengan orang lain agar orang tersebut tidak merasa diremehkan, tidak tersinggung atau pun mampu menghasilkan keputusan yang tepat dan berguna bagi orang lain. Mengalah dalam perdebatan adalah orang yang mampu memberikan kemenangan bagi orang lain, dan kebenaran pasti akan terungkap.

By MEYF



0 Please Leave Comments here: